Penelitian ini bertujuan menganalisis kuantitas persediaan bahan baku tebu yang ekonomis per hari produksi, untuk menilai efisiensi biaya persediaan, serta menentukan pengendalian persediaan agar pasokan bahan baku merata selama musim giling di PG X. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kekurangan bahan baku saat musim giling sehingga kapasitas pabrik tidak dapat dimanfaatkan optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen terkait data giling, tebang angkut, produksi, dan biaya produksi. Analisis dilakukan menggunakan metode EPQ (Economic Production Quantity) yang menekankan penentuan jumlah produksi optimal untuk menekan biaya penyimpanan dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian persediaan di PG X belum optimal. Hal ini terlihat dari selisih antara kebijakan perusahaan dan perhitungan EPQ, yaitu 18.078,8 ton pada 2023 dan 24.741,2 ton pada 2024. Total biaya produksi berdasarkan kebijakan perusahaan dan metode EPQ masing?masing mencapai Rp 18,8 miliar (2023) dan Rp 23,7 miliar (2024). Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa metode EPQ lebih efektif dalam mengoptimalkan persediaan dan menurunkan biaya produksi.
Copyrights © 2026