Berdasarkan observasi awal di Dewata Gym Denpasar terhadap 42 member perempuan usia madya (40–65 tahun), ditemukan bahwa zumba dance jauh lebih diminati sebagai aktivitas aerobik kelompok dibandingkan latihan beban (weight training), namun efektivitasnya dalam menurunkan kadar lemak tubuh belum teruji secara empiris. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dan beda pengaruh kedua metode latihan tersebut terhadap persentase kadar lemak tubuh total (whole body fat). Penelitian menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan Non-Equivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 20 orang wanita dewasa madya yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Perlakuan diberikan selama 8 minggu (32 sesi). Kadar lemak tubuh diukur menggunakan timbangan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) terkalibrasi. Data dianalisis dengan uji t berpasangan dan uji t independen setelah data dinyatakan normal dan homogen. Hasil menunjukkan kelompok zumba dance hanya menurunkan lemak tubuh sebesar 0,04% (t = 0,137; Sig. = 0,894 > 0,05) sehingga tidak signifikan, sedangkan kelompok weight training menurunkan lemak tubuh sebesar 2,00% (t = 6,353; Sig. = 0,000 < 0,05; d = 2,01) sehingga signifikan. Uji t independen menghasilkan Sig. = 0,000 (< 0,05) dengan Cohen's d = 2,04, yang berarti weight trainingterbukti secara signifikan lebih efektif dibandingkan zumba dance dalam menurunkan persentase kadar lemak tubuh total pada wanita dewasa peserta Dewata Gym Denpasar tahun 2026.
Copyrights © 2026