Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak penerapan gerakan lokomotor dalam mengajarkan teknik dasar passing bawah bola voli kepada siswa kelas V.B di SDN 2 Ubung selama tahun ajaran 2025–2026. Pada tahap tes awal, sebagian besar siswa belum mampu melakukan passing dengan teknik bawah. Kurangnya keseimbangan, koordinasi gerakan yang kurang baik, serta keterbatasan dalam menyesuaikan posisi tubuh terhadap lintasan bola—ditambah dengan proses pembelajaran yang terlalu berpusat pada guru—diidentifikasi sebagai penyebab utama masalah tersebut. Setiap siklus dalam PTK ini mencakup langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, serta refleksi. Studi ini subjeknya ialah 26 siswa. Data yang diperoleh dari tes keterampilan dan lembar observasi aktivitas pembelajaran dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan tingkat penguasaan individu maupun kelas. Tingkat penguasaan pembelajaran secara keseluruhan di kelas tersebut meningkat sebesar 34,61%, yakni dari 57,69% menjadi 92,30%, selama pelaksanaan siklus pertama dan kedua. Temuan ini menunjukkan penggunaan gerakan lokomotor mampu meningkatkan akurasi teknik passing bawah, sinkronisasi gerakan, stabilitas, serta kecepatan dalam mengubah posisi tubuh. Maka karenanya, melatih siswa sekolah dasar dengan gerakan lokomotor—alih-alih memanfaatkan latihan PJOK konvensional—dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli mereka.
Copyrights © 2026