Abstract. UD. xyz is a manufacturing company engaged in sandal production using a make to stock production system. Production activities are still dominated by repetitive manual work that potentially increases workers’ physical workload. Excessive physical workload may cause fatigue, reduce concentration, and decrease productivity. This study aims to analyze workers’ physical workload in sandal production using the Cardiovascular Load (CVL) method. This research used a descriptive quantitative method with a physiological approach. The study was conducted in the sole printing, coloring finishing, and sandal assembly sections at UD. xyz. Data collection was carried out through observation, interviews, and workers’ pulse measurements involving 20 production workers. The results showed that the sole printing section had the highest physical workload with a CVL value of 48%, followed by the assembly section at 41% and the coloring finishing section at 36%. Based on the CVL classification, all production sections were categorized as moderate workload. The high physical workload was influenced by repetitive manual activities, non-ergonomic working postures, and high work intensity. The company is recommended to improve work methods and implement ergonomic work systems to reduce worker fatigue and improve productivity. Abstrak. UD. xyz merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi sandal dengan sistem produksi make to stock. Aktivitas produksi masih didominasi oleh pekerjaan manual yang dilakukan secara berulang sehingga berpotensi meningkatkan beban kerja fisik pekerja. Beban kerja fisik yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan kerja, menurunkan konsentrasi, dan berdampak pada penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja fisik pekerja pada produksi sandal menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan fisiologis. Penelitian dilakukan pada bagian percetakan sole, finishing pewarnaan, dan perakitan sandal di UD. xyz. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran denyut nadi pekerja. Responden penelitian berjumlah 20 pekerja produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian percetakan sole memiliki beban kerja fisik tertinggi dengan nilai CVL sebesar 48%, diikuti bagian perakitan sebesar 41%, dan finishing pewarnaan sebesar 36%. Berdasarkan klasifikasi CVL, seluruh bagian produksi termasuk kategori sedang. Tingginya beban kerja fisik dipengaruhi aktivitas kerja manual berulang, posisi kerja kurang ergonomis, dan tingginya intensitas kerja. Perusahaan disarankan melakukan perbaikan metode kerja dan penerapan sistem kerja ergonomis guna mengurangi kelelahan pekerja serta meningkatkan produktivitas kerja.
Copyrights © 2026