Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan simbol-simbol budaya yang tecermin dalam rencana-rencana, resep-resep, aturan-aturan, dan instruksi-instruksi kebudayaan masyarakat Belu dalam novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Penelitian ini mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif serta mengombinasikan teori interpretatif simbolik Clifford Geertz dan pendekatan antropologi sastra. Sumber data berasal dari novel yang telah disebutkan dan data penelitian berupa unit-unit teks dalam novel. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat, serta analisis data menggunakan teknik hermeneutika Paul Ricoeur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa movel ini memuat simbol-simbol kebudayaan masyarakayt Belu, seperti hewan ternak, Bei Nai, Laka Lorak, uang ganti rugi, serta berbagai upacara dan ritual yang dikonstruksi melalui empat konsep mekanisme kontrol Geertz. Simbol-simbol tersebut merefleksikan cara pandang dalam memaknai hidup melalui sistem nilai yang menjadi pedoman sekaligus identitas budaya mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui edukasi dan literasi budaya serta memperkuat representasi budaya Nusantara dalam sastra anak Indonesia.
Copyrights © 2026