Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pemelajar BIPA tentang seberapa efektif penerapan Metode Langsung (Direct Method) dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode langsung menekankan komunikasi verbal dan penggunaan bahasa Indonesia secara langsung tanpa perantara bahasa asal pemelajar. Penelitian ini melibatkan pemelajar BIPA di tingkat pemula dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui seberapa efektif Metode Langsung (Direct Method) dalam meningkatkan keterampilan berbicara, mendengar, membaca, menulis, dan pemahaman kosakata bahasa Indonesia. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara terstruktur. Menurut hasil penelitian, sebagian besar pemelajar menanggapi metode langsung dengan baik. Mereka percaya bahwa metode ini membantu meningkatkan kepercayaan diri berbicara, memperluas kosakata, dan lebih memahami konteks budaya Indonesia. Namun faktor-faktor seperti latar belakang bahasa ibu, motivasi belajar, dan durasi paparan bahasa Indonesia juga memengaruhi persepsi terhadap efektivitas metode ini. Penelitian ini menemukan bahwa Metode Langsung (Direct Method) membangun keterampilan komunikasi aktif dengan baik, tetapi perlu dikombinasikan dengan metode lain untuk mengatasi keterbatasan, terutama dalam penguasaan kosakata dan tata bahasa. Hasil penelitian ini menunjukan secara menyeluruh bahwa Metode Langsung (Direct Method) dapat meningkatkan hasil dalam pemahaman dan berbicara bahasa Indonesia. Hasil tersebut bahkan lebih efisien ketika digabungkan dengan metode pengajaran lain yang sesuai dengan kebutuhan pemelajar. Dengan penggabungan yang sesuai dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memotivasi pemelajar dalam memahami bahasa Indonesia secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk membangun strategi pembelajaran BIPA yang kreatif dan aplikatif untuk memenuhi kebutuhan pemelajar BIPA.
Copyrights © 2026