Penelitian ini membahas tentang tradisi masyarakat setelah musim panen sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan adat, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan keagamaan yang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Clifford Geertz yang melihat kebudayaan sebagai sistem simbol yang memiliki makna bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Bakaua Lindang memiliki beberapa tahapan yaitu musyawarah, pengumpulan iuran, mambantai kambiang, memasak, berdoa di Makam Syekh Junjungan, dan makan bersama di surau. Setiap tahapan mengandung nilai gotong royong, rasa syukur, dan religius. Gotong royong terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan tradisi, rasa syukur diwujudkan melalui ungkapan terima kasih atas hasil panen, sedangkan nilai religius terlihat melalui doa bersama sebagai bentuk hubungan manusia dengan Tuhan.
Copyrights © 2026