Stunting merupakan masalah gizi utama di kabupaten jepara, dengan persentase 18,2%, lebih besar dibanding target prevalensi stunting 14%. Diduga hal tersebut disebabkan oleh praktik pemberian MPASI yang tidak berkualitas berhubungan dengan pengetahuan gizi Ibu. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian MPASI setelah mendapatkan penyuluhan dengan metode demonstrasi dan metode partisipatif. Penelitian eksperimen semu dengan desain pre-test post-test two group design dilakukan kepada masing-masing 30 ibu untuk setiap metode. Pengetahuan dan sikap ibu di ukur dengan metode angket menggunakan kuesioner. Uji beda yang digunakan adalah Paired Sample T Test dan Wilcoxon. Rata -rata pengetahuan ibu sebelum demonstrasi (67,67±12,98) dan partisipatif (77,50±11,503), setelah demonstrasi (81,17±7,621) dan partisipatif (89,50±6,479). Rata-rata sikap ibu sebelum demonstrasi (71,53±7,328) dan partisipatif (76,93±6,863). Setelah demonstrasi (80,20±6,110) dan partisipatif (84,40±5,763). Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap sesudah demonstrasi (p 0,000) dan partisipatif (p 0,000). Tidak terdapat perbedaan antar kedua metode dalam peningkatan pengetahuan (p 0,507) dan sikap (p 0,085). Kedua metode memiliki efektivitas yang sama.
Copyrights © 2026