Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Pemberian F 100 Terhadap Perubahan Berat Badan pada Balita Gizi Buruk di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes Bintanah, Sufiati; Maskhanah, Maskhanah; Nadia, Fika Shafiana; Putri, Sri Hapsari Suhartono
Jurnal Gizi Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Gizi Unimus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.13.1.2024.8-16

Abstract

Background: Cases of malnutrition in children under five years old are still a serious problem in Indonesia. The proportion of malnutrition and malnutrition increased from 19.6% to 17.7% in 2015. Brebes Regency ranks first in Central Java and the average number of malnourished  sufferers admitted to hospital is 5 to 8 children under five.Objective: The aim of the research was to determine the effect of administering F100 on changes in body weight in malnourished patients treated at Bhakti Asih Hospital, Brebes. Method: The research design used a quasi-experiment with one group pre and post test. The research location was carried out at Bhakti Asih Hospital, Brebes, from October to December 2020. The research sample was 22 children with malnutrition. Data analysis used the Shapiro Wilk test and paired sample test.  Results: The results of the study showed an increase in body weight of 805 grams. The analysis results show p 0.143 > 0.05. Conclusion: giving F100 can increase body weight in malnourished toddlers but not significantlyKeywords: malnutrition, body weight, formula 100
Pengaruh Pengecekan Alat Makan Terhadap Perubahan Jumlah Alat Makan Setelah Kegiatan Penyajian Makanan Ke Pasien di RSUD dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah Widyastuti, Rani; Hagnyonowati, Hagnyonowati; Fitriyanti, Addina Rizky; Putri, Sri Hapsari Suhartono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan masalah yang sering dijumpai dalam penyelenggaraan makan pasien dirumah sakit adalah berkurangnya jumlah alat makan pasien. Berkurangnya alat makan pasien diketahuisetelah alat makan tersebut selesai digunakan untuk penyajian. Pengelolaan pelayanan gizi yang baikmembuat pasien dan keluarga pasien merasa diperhatikan dan meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan :Mengetahui pengaruh pengecekan alat makan terhadap jumlah alat makan setelah kegiatan penyajianmakanan ke pasien di RSUD dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah. Metode : Penelitian inimenggunakan metode quasi eksperiment dengan desaign one group pretest and posttest. Sampel yangdigunakan seluruh alat makan pasien kelas I dan kelas II&III dengan teknik pengumpulan data secaralangsung yang dilakukan oleh pramusaji setiap hari selama bulan Februari dan Maret 2024.Hasil :Berdasar analisis data non parametrik Man Whitney diperoleh nilai p value jenis alat makan gelas 0,000,sendok 0,000, piring melamin 0,034, mangkok besar melamin 0,301, lepek melamin 0,000, mangkokkecil melamin 0,301, tutup gelas melamin 0,000 dan plato stainles 1,000. Kesimpulan :Ada pengaruhpengecekan alat makan gelas, sendok, piring melamin, lepek melamin, tutup melamin terhadap perubahanjumlah alat makan setelah kegiatan penyajian makanan ke pasien namun tidak ada pengaruh pengecekanalat makan mangkok besar melamin, mangkok kecil melamin dan plato stainles terhadap perubahanjumlah alat makan setelah penyajian makanan ke pasien.Kata kunci : alat makan pasien, penyajian makanan
Berat Badan, Asupan Energi, dan Status Gizi Tinggi Badan Menurut Usia Berkorelasi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Putri, Sri Hapsari Suhartono; Halizah, Rosita Nur
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.17714

Abstract

This study aims to determine corelation body weight, head circumference, nutritional status, and energy intake with gross motor skills development at the age of 4-5 years in Kindergarden Qurotal Ayun Malang. The study used a correlative descriptive design with a population 44 people. All population is used as a sample with total sampling technique. Data collection used digital scales, microtoice, medline, Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire and gross motor skills development assessment sheets. The analysis technique uses Rank Spearman's test. The results showed body weight (p-value: 0.001; r: 0.792), nutritional status (height/age) (p-value: 0.008; r: 0.395), and energy intake (p-value: 0.000; r: 0.630) significantly related to motoric development. Factors that were not significantly related were head circumference (p-value: 0.074) and nutritional status (weight/height) (p-value: 0.731). The conclusion of this study is that increased body weight, nutritional status (height/age) and energy intake are significantly related to increasing gross motor skills development scores of children aged 4-5 years. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi berat badan, lingkar kepala, status gizi, dan asupan dengan perkembangan motorik pada usia 4-5 tahun di TK Qurotal Ayun Malang. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan populasi usia 4–5 tahun beserta orang tuanya, berjumlah 44 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Rank Spearman. Pengumpulan data menggunakan timbangan digital, microtoice, medline, Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire dan lembar penilaian motorik kasar. Hasil penelitian menunjukan berat badan (p-value: 0,001; r: 0,792),  status gizi (TB/U) (p-value: 0,008; r: 0,395), dan asupan energi (p-value: 0,000; r: 0,630) berkorelasi bermakna dengan perkembangan motorik kasar. Faktor yang tidak berkorelasi bermakna adalah lingkar  kepala (p-value: 0,074; r: 0,272) dan status gizi (BB/TB) (p-value: 0,731; r: 0,053). Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan berat badan, status gizi (TB/U) dan asupan energi berhubungan bermakna dalam meningkatkan skor perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun.
KEBIASAAN SARAPAN, PERSEPSI CITRA TUBUH, DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN STATUS GIZI SISWA SMP NASIMA SEMARANG Raudlatussayida, Dany; Ayuningtyas, Rr. Annisa; Putri, Sri Hapsari Suhartono; Sartono, Agus
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan usia yang rentan mengalami masalah gizi, dapat disebabkan oleh perubahan gaya hidup, pemilihan makanan yang tidak sehat, dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi yang baik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, persepsi citra tubuh, dan durasipenggunaan media sosial dengan status gizi siswa SMP Nasima Semarang. Penelitian dengan desain crosssectional dilakukan terhadap 77 siswa yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Kebiasaan sarapandan persepsi citra tubuh diukur dengan metode angket serta durasi penggunaanmedia sosial dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitiandidapatkan rata-rata nilai Z-Score IMT/U 0,450±1,348, rata-rata nilai kebiasaansarapan 77,28±11,01, rata-rata skor persepsi citra tubuh 90,31±34,00, dan rata-rata durasi penggunaan media sosial 4,91±0,934 jam/sehari. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p = 0,120). Terdapat hubungan persepsi citra tubuh (p = 0,009) dan durasi penggunaan media sosial (p = 0,000) dengan status gizi. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai persepsi citra tubuh maka semakin tinggi nilai status gizi (IMT/U). Semakin tinggi durasi penggunaan media sosial maka semakin tinggi nilai status gizi (IMT/U). Kata kunci: Citra Tubuh, Media Sosial, Remaja, Sarapan.
Berat Badan, Asupan Energi, dan Status Gizi Tinggi Badan Menurut Usia Berkorelasi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Putri, Sri Hapsari Suhartono; Halizah, Rosita Nur
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.17714

Abstract

This study aims to determine corelation body weight, head circumference, nutritional status, and energy intake with gross motor skills development at the age of 4-5 years in Kindergarden Qurotal Ayun Malang. The study used a correlative descriptive design with a population 44 people. All population is used as a sample with total sampling technique. Data collection used digital scales, microtoice, medline, Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire and gross motor skills development assessment sheets. The analysis technique uses Rank Spearman's test. The results showed body weight (p-value: 0.001; r: 0.792), nutritional status (height/age) (p-value: 0.008; r: 0.395), and energy intake (p-value: 0.000; r: 0.630) significantly related to motoric development. Factors that were not significantly related were head circumference (p-value: 0.074) and nutritional status (weight/height) (p-value: 0.731). The conclusion of this study is that increased body weight, nutritional status (height/age) and energy intake are significantly related to increasing gross motor skills development scores of children aged 4-5 years. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi berat badan, lingkar kepala, status gizi, dan asupan dengan perkembangan motorik pada usia 4-5 tahun di TK Qurotal Ayun Malang. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan populasi usia 4–5 tahun beserta orang tuanya, berjumlah 44 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Rank Spearman. Pengumpulan data menggunakan timbangan digital, microtoice, medline, Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire dan lembar penilaian motorik kasar. Hasil penelitian menunjukan berat badan (p-value: 0,001; r: 0,792),  status gizi (TB/U) (p-value: 0,008; r: 0,395), dan asupan energi (p-value: 0,000; r: 0,630) berkorelasi bermakna dengan perkembangan motorik kasar. Faktor yang tidak berkorelasi bermakna adalah lingkar  kepala (p-value: 0,074; r: 0,272) dan status gizi (BB/TB) (p-value: 0,731; r: 0,053). Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan berat badan, status gizi (TB/U) dan asupan energi berhubungan bermakna dalam meningkatkan skor perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun.
Pemberdayaan Keluarga dan Sekolah Dalam Penurunan Anemia Siswi SMA Muhammadiyah 1, Semarang Rr. Annisa Ayuningtyas; Sri Hapsari Suhartono Putri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qsevmf23

Abstract

Anemia defisiensi besi pada remaja putri prevalensinya meningkat dari tahun ke tahun. Cakupan pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah sudah mencapai 100% namun kepatuhan konsumsinya masih rendah. Perlu adanya pendampingan komprehensif dari guru, Puskesmas, dan Sekolah. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Semarang, melibatkan orang tua siswi, guru UKS, Kepala Sekolah, Puskesmas, dan tim pengabdi. Kegiatan dilakukan secara bertahap dalam beberapa langkah, yang pertama sosialisasi, kedua advokasi, ketiga penggunaan aplikasi Jelita, keempat minum TTD Bersama, dan kelima pembagian booklet. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan untuk pengetahuan orang tua tentang anemia dari 73,96% menjadi 75,39%, dan dukungan keluarga. Kepala Sekolah dan Ahli Gizi Puskesmas bersepakat merutinkan konsumsi TTD seluruh siswi secara bersama – sama setiap minggu yaitu pada hari Selasa, selesai istirahat. Guru juga telah dibekali pengetahuan terkait anemia dan cara mengkonsumsi tablet tambah darah. Pemberdayaan keluarga dan sekolah dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik Konsumsi TTD.
Efektivitas Metode Demonstrasi dan Partisipatif Dalam Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pemberian Mp-ASI Tara Agustin; Agus Sartono; Purwanti Susantini; Sri Hapsari Suhartono Putri
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.72-82

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama di kabupaten jepara, dengan persentase 18,2%, lebih besar dibanding target prevalensi stunting 14%. Diduga hal tersebut disebabkan oleh praktik pemberian MPASI yang tidak berkualitas berhubungan dengan pengetahuan gizi Ibu.  Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian MPASI setelah mendapatkan penyuluhan dengan metode demonstrasi dan metode partisipatif. Penelitian eksperimen semu dengan desain pre-test post-test two group design dilakukan kepada masing-masing 30 ibu untuk setiap metode. Pengetahuan dan sikap ibu di ukur dengan metode angket menggunakan kuesioner. Uji beda yang digunakan adalah Paired Sample T Test dan Wilcoxon. Rata -rata pengetahuan ibu sebelum demonstrasi (67,67±12,98) dan partisipatif (77,50±11,503), setelah demonstrasi (81,17±7,621) dan partisipatif (89,50±6,479). Rata-rata sikap ibu sebelum demonstrasi (71,53±7,328) dan partisipatif (76,93±6,863). Setelah demonstrasi (80,20±6,110) dan partisipatif (84,40±5,763). Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap sesudah demonstrasi (p 0,000) dan partisipatif (p 0,000). Tidak terdapat perbedaan antar kedua metode dalam peningkatan pengetahuan (p 0,507) dan sikap (p 0,085). Kedua metode memiliki efektivitas yang sama.
DISCHARGE PLANNING DAN PELATIHAN PEMANTAUAN STATUS GIZI BERBASIS DIGITAL BAGI ORANG TUA ANAK KANKER PASCA KEMOTERAPI DI YKAKI SEMARANG Anna Kurnia; Erna Sulistyawati; Sri Hapsari Suhartono Putri; Fella Nurdini; Aisyah Nur Fadhila Nugraha
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3455

Abstract

Among children with cancer receiving chemotherapy, malnutrition is a serious issue. Malnutrition is more likely when chemotherapy side effects like nausea, vomiting, and decreased appetite result in insufficient nutritional intake. This illness can lower the child's quality of life, lengthen the course of treatment, and raise the risk of infection. It is necessary to address the issue of parents' inadequate understanding of safe and sufficient meal types, quantities, and frequency following hospital release. The purpose of this program is to provide structured education, training, and mentorship to parents at the Rumah Kita of Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Branch of Semarang in order to avoid malnutrition in children following chemotherapy. Twelve parents accompanied the kid patients, and five halfway home managers participated in the activities. Outreach, nutrition education, training in digital technology-assisted nutritional status measurement, and pre- and post-test monitoring and evaluation were among the implementation strategies. Parents' awareness increased from 78% to 88%, and managers' abilities improved from initially being limited to one type of nutritional status measurement to five types of measurements in compliance with WHO guidelines. Additionally, a daily meal cycle designed to meet the dietary requirements of kids with cancer was offered. This program boosted the shelter's discharge planning system and helped families better identify and satisfy the nutritional needs of their children. The success of the initiative showed that working together, the parents, shelter management, and medical staff can prevent malnutrition and enhance the quality of life for children with cancer who have undergone chemotherapy. In conclusion, discharge planning helped parents meet their children's dietary needs by providing a daily food cycle. Training in nutritional status monitoring enhanced managers' capacity to keep an eye on kids' nutritional health.
PENYULUHAN ASPEK MORFOLOGI, PENYIMPANAN SALAK DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI PRODUK SALAK SUWARU (Salacca zallacca var Suwaru) di P4S INTAN Yahmi Ira Setyaningrum; Arindra Nirbaya; Sri Hapsari Suhartono Putri
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i1.437

Abstract

AbstractSalak suwaru is one of the typical local potentials of Malang, which P4S Intan utilizes to make salak chips and lunkhead. P4S Intan is a training center for agricultural products, which is also a small business that produces various snacks from local potential. Based on the situation analysis, there needed to be material on the morphology and storage of salak in the training program. In addition, the packaging does not contain information on nutritional content. The purpose of this community service program is to increase knowledge about the morphology and storage of salak fruit and also to provide assistance with nutrient analysis. The method was conducted in an in-depth discussion until it compiled the morphology and storage of local salak suwaru. The ITKM Bachelor of Nutrition Science carried out nutritional content analysis assistance to complete information on the nutritional content of salak chips and salak dodol products. The results of this program can increase knowledge about the morphological aspects and storage of salak on the part of partners so that a handout can be used as additional material in the training program. The importance of including information on nutritional content on product packaging was also conveyed to partners. The results of the healthy content test are submitted to the P4S Intan owner, which is expected to be included in the packaging.Keywords: Salak, Morphology, Storage, Nutrition AbstrakSalak suwaru adalah salah satu potensi lokal khas Malang yang dimanfaatkan oleh P4S Intan untuk membuat keripik dan dodol salak. P4S Intan merupakan salah satu pusat pelatihan produk pertanian, yang juga UKM yang memproduksi berbagai cemilan dari potensi lokal. Berdasarkan analisis situasi didapatkan fakta belum ada materi morfologi dan penyimpanan salak dalam program pelatihan. Selain itu, pada kemasan belum tertera informasi kandungan gizi. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang morfologi dan penyimpanan salak, dan juga memberikan pendampingan analisis zat gizi. Metode dilakukan secara diskusi mendalam sampai tersusun materi morfologi dan penyimpanan salak lokal suwaru. Pendampingan analisis kandungan gizi dilakukan oleh S1 Ilmu Gizi ITKM untuk melengkapi informasi kandungan gizi pada produk keripik salak dan dodol salak. Hasil program ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang aspek morfologi dan penyimpanan salak pihak mitra, sampai tersusun suatu hand out yang dapat digunakan sebagai materi tambahan dalam program pelatihan. Pentingnya pencantuman informasi kandungan gizi pada kemasan produk juga disampaikan pada pihak mitra. Hasil uji kandungan gizi disampaikan kepada pemilik P4S Intan yang selanjutnya diharapkan akan dicantumkan pada kemasan.Kata Kunci: Salak, Morfologi, Penyimpanan, Nutrisi.