Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat terutama di Kabupaten Bantul dengan nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) yang belum mencapai standar ≥95%. Di RT 33 Dusun Bandut Lor, Kalurahan Argorejo, hasil PSN tahun 2025 menunjukkan ABJ sebesar 89% dengan House Index (HI) 11,1% dan Container Index (CI) 1,1%. Maka dari itu, perlu dilakukan intervensi yang bertujuan untuk pengoptimalisasian dalam pengendalian jentik, salah satunya melalui Sosialisasi dan Praktik Satgas Jumantik Cilik. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi tentang jumantik dan PSN 3M Plus, serta pembentukan Satgas Jumantik Cilik yang terdiri dari 15 peserta usia 5–12 tahun dengan praktik pemeriksaan jentik di lingkungan rumah warga RT 33. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi dan perbandingan hasil indeks pada data sekunder dan data sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan ABJ menjadi 97,2%, dengan penurunan HI menjadi 2,7% dan CI menjadi 0,2%. Nilai tersebut telah melampaui standar nasional dan menunjukkan penurunan risiko penularan DBD. Program Jumantik Cilik ini efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran anak sebagai agen perubahan dalam pengendalian vektor berbasis masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026