Household waste management in Widoro Village, Krejengan District, Probolinggo Regency is still predominantly carried out through open burning practices, which contribute to environmental pollution and pose potential risks to public health. This community service study aimed to implement Rocket Stove technology as a community-based alternative for household waste management using the Participatory Action Research (PAR) approach to improve environmental health. The study employed the five stages of PAR, namely to know, to understand, to plan, to act, and to change, through participatory observation, group discussions, program planning, Rocket Stove construction, technical assistance, demonstrations, and joint evaluation involving the local community and village government. The results indicate that the PAR approach successfully enhanced community participation throughout all stages of the program, from problem identification to implementation and evaluation. The construction and demonstration of the Rocket Stove provided a more controlled waste-burning alternative compared to conventional open burning while improving community knowledge, skills, and awareness of environmentally friendly waste management practices. Furthermore, the active involvement of the village government and local residents reflected a shared commitment to sustaining the program. In conclusion, the integration of Rocket Stove technology with the PAR approach contributes to a community empowerment model that supports sustainable community-based waste management and has the potential to be replicated in other areas facing similar environmental challenges. Keywords : Community empowerment, environmental health, Participatory Action Research (PAR); Rocket Stove; waste management. ABSTRAK Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo masih didominasi oleh praktik pembakaran terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat. Penelitian pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan teknologi Rocket Stove sebagai alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk meningkatkan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan PAR, yaitu to know, to understand, to plan, to act, dan to change, yang dilaksanakan melalui observasi partisipatif, wawancara, diskusi kelompok, penyelarasan program, pembangunan Rocket Stove, pendampingan, serta evaluasi bersama masyarakat dan pemerintah desa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan PAR mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan program, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi dan evaluasi kegiatan. Pembangunan dan demonstrasi penggunaan Rocket Stove memberikan alternatif pengelolaan sampah yang lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka, sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain itu, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam proses pelaksanaan menunjukkan terbentuknya komitmen bersama terhadap keberlanjutan program. Dengan demikian, integrasi teknologi Rocket Stove dan pendekatan PAR berkontribusi dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas serta berpotensi direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik permasalahan yang serupa. Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, Participatory Action Research (PAR); Pengelolaan Sampah; Pemberdayaan Masyarakat; Rocket Stove.
Copyrights © 2026