Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika keberfungsian keluarga pada penghayat kawruh jiwa suryomentaram. Keberfungsian keluarga memiliki artikulasi unik yang sukar diterjemahkan oleh indikator psikologis barat bila menilik dari sistem sosial-budaya konvensional, salah satunya mengenai harmonisasi keluarga lebih penting dibandingkan asertivitas ekspresif ala barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskiptif, dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam dengan berpedoman pada acuan wawancara semi-terstruktur. Pemilihan subjek mengacu pada teknik purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut: 1) Penghayat kawruh jiwa, 2) Sudah menikah lebih dari 15 tahun, 3) Sudah memiliki anak. Tiga partisipan yang memenuhi kriteria dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat empat tema spesifik mengenai keberfungsian keluarga bagi penghayat kawruh jiwa, yaitu: 1) Pengelolaan karep secara kolektif pada setiap anggota keluarga, 2) Praktik mawas diri sebagai resolusi konflik dalam rumah tangga, 3) Perwujudan raos sami sebagai bentuk empati transfinit, dan 4) Konsep kamardikan dalam pembagian peran. Temuan penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk penelitian keberlanjutan dalam rumpun local indigenous, sekaligus dapat menjadi acuan untuk rancangan program promotif keberfungsian keluarga berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026