Agroteksos
Vol 36 No 2 (2026): Jurnal Agroteksos Agustus 2026

BAURAN PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI KOTA MATARAM

Enny Citrawati (student)
Amry Rakhman (Universitas Mataram)
Halimatus Sa’diyah (Universitas Mataram)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2026

Abstract

Berkembangnya agroindustri tahun tempe menjadi sangat penting, baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan tahu dan tempe dan sekaligus dapat menyerap produk-produk hasil pertanian khususnya kedelai. . Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan implementasi dari konsep produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place) dan promosi (promotion). Ada banyak faktor yang mempengaruhi pemasaran produk agroindustri tahu tempe, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis keberadaan bauaran pemasaran produk agroindustri tahu tempe di Kota Mataram, meliputi: produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place), dan promosi (promotion). (2) Menganalisis faktor internal dan faktor eksternal agroindustri tahu dan tempe di Kota Mataram, berupa kekuatan/potensi (strength) dan kelemahan/kendala (weakness), serta peluang (opportunity) dan ancaman/tantangan (treath). (3) Merumuskan strategi pengembangan agroindustri tahu dan tempe di Kota Mataram. Penelitian menggunakan metode deskriptif yang memadukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi perusahaan dan literatur terkait. Bauran pemasaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif,, faktor internal dan eksternal agroindusri di analisis dengan matriks IFE dan EFE, steategi pengembangan agroindustri di analisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran agroindustri tahu dan tempe di Kota Mataram belum optimal. Aspek produk memiliki kualitas yang baik, namun sebagian besar belum menggunakan merek, label, dan kemasan yang menarik. Aspek harga diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi pasar, sedangkan aspek distribusi didukung oleh lokasi usaha yang strategis sehingga memudahkan pemasaran. Sementara itu, aspek promosi masih terbatas pada word of mouth dan belum memanfaatkan media sosial maupun pemasaran digital secara optimal. Hasil analisis faktor internal menunjukkan bahwa kekuatan utama agroindustri meliputi kualitas tenaga kerja, hubungan yang baik dengan pemasok dan konsumen, kualitas produk, serta harga yang terjangkau, sedangkan kelemahannya meliputi promosi, perencanaan keuangan, penggunaan teknologi, dan belum adanya merek produk. Faktor eksternal menunjukkan adanya peluang berupa ketersediaan bahan baku berkualitas, perkembangan teknologi, dan tingginya permintaan pasar, sementara ancaman berasal dari kenaikan harga bahan baku, persaingan usaha, dan keberadaan produk substitusi. Hasil analisis strategi pengembangan yaitu (1) Mengoptimalkan tenaga kerja yang tersedia dan berkualitas dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran. (2) Memperkuat kerja sama dengan distributor bahan baku dan penyalur agar ketersediaan bahan baku berkualitas tetap terjamin, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan. (3) Memaksimalkan kualitas produk yang baik serta harga yang terjangkau untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Kata-Kata Kunci: Agroindustri Tahu Tempe, Bauran Pemasaran, Analisis SWOT, Strategi Pemasaran, Kota Mataram.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Agroteksos

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang ...