Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Efisiensi Pemasaran Usaha Budidaya Jamur Tiram Putih di Kota Mataram Aeko Fria Utama FR; Muhammad Nursan; Amry Rakhman
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 4 No. 2 (2024): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v4i2.1213

Abstract

One of the factors that can influence the success of the mushroom business can be seen from the marketing channels and marketing efficiency of the oyster mushroom cultivation business. This research aims to analyze channel profits and marketing efficiency of white oyster mushroom cultivation businesses in Mataram City. The method used in this research is a descriptive method, collecting data obtained using survey and interview techniques. The unit of analysis is the oyster mushroom cultivation business in Mataram City. The determination of the area in this study was determined by "purposive sampling" in Mataram City. The determination of respondents was carried out by census, meanwhile. The data analysis used is marketing channel analysis and marketing efficiency. The research results show that the average profit obtained is IDR. 12,790,868 per area of cultivated land, during one production process. The marketing channel for white oyster mushrooms in Mataram City consists of two channels, channel I is a direct marketing channel, namely producers directly to final consumers and marketing channel II, namely farmers - retailers - final consumers. The marketing channel for white oyster mushrooms in Mataram City is considered efficient, because the producer share value in marketing channel I is 100% and marketing channel II is 80% with a marketing margin of Rp. 5,000/Kg so that marketing channels I and II are said to be efficient because they are greater than 60%
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT DI KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Fadli Fadli; Amry Rakhman
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1661

Abstract

Agribisnis rumput laut merupakan sistem usaha yang mencakup sub sistem-sub sistem yang saling berkaitan meliputi sub system hulu, sub system onfarm, subsistem hilir, dan subsistem penunjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran yang sesuai dalam pengembangan agribisnis rumput laut di Kawasan Minapolitan Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Minapolitan Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Penelitian mulai dilakukan sejak bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2026. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Penelitian ini menggunakan ocus wawancara terstruktur dengan bantuan kuesioner serta observasi langsung untuk memahami kondisi nyata kegiatan pemasaran rumput laut. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis IFE, EFE, dan IE untuk memperoleh rumusan strategi yang tepat dalam pemasaran agribisnis rumput laut di Kawasan Minapolitan Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategi yang diperoleh berdasarkan analisis I-E berada pada kuadran V yaitu jaga dan pertahankan (hold and maintain). Strategi yang diterapkan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Maksudnya adalah pelaku usaha tidak disarankan untuk mengambil risiko ekspansi besar-besaran (agresif), tetapi ocus pada stabilitas melalui peningkatan efisiensi dan menjaga pangsa pasar yang ada.
KINERJA, NILAI TAMBAH, DAN KEUNTUNGAN AGROINDUSTRI DAUN KELOR PADA CV TRI UTAMI JAYA DI KOTA MATARAM Lalu Budi Suryata; Lalu Wiresapta Karyadi; Amry Rakhman
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 2 (2026): Jurnal Agroteksos Agustus 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i2.1709

Abstract

Daun kelor memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi, tetapi keberhasilan agroindustri ditentukan oleh kemampuan mengelola input, proses produksi, pemasaran, penciptaan nilai tambah, dan keuntungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja agroindustri, nilai tambah, dan keuntungan usaha pengolahan daun kelor pada CV Tri Utami Jaya di Kota Mataram. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif yang memadukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan lima informan dari unsur pimpinan dan pengelola perusahaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi perusahaan dan literatur terkait. Kinerja agroindustri dianalisis secara deskriptif, nilai tambah tiga produk dianalisis secara agregat menggunakan metode Hayami, dan keuntungan dihitung dari selisih penerimaan dengan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri didukung oleh ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, bangunan, mesin, pengendalian mutu, diversifikasi produk, dan jaringan pemasaran. Produksi mencapai 2.100 kemasan atau 188 kg per bulan. Nilai tambah sebesar Rp291.700 per kg bahan baku dengan rasio 77,79% dan tergolong tinggi. Dengan asumsi seluruh produk terjual, penerimaan sebesar Rp75.000.000 dan total biaya produksi sebesar Rp49.200.000 menghasilkan keuntungan Rp25.800.000 per bulan atau 34,40% dari penerimaan. Kata-Kata Kunci: Agroindustri Daun Kelor; Kinerja; Nilai Tambah; Metode Hayami; Keuntungan
BAURAN PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI KOTA MATARAM Enny Citrawati; Amry Rakhman; Halimatus Sa’diyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 2 (2026): Jurnal Agroteksos Agustus 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i2.1710

Abstract

Berkembangnya agroindustri tahun tempe menjadi sangat penting, baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan tahu dan tempe dan sekaligus dapat menyerap produk-produk hasil pertanian khususnya kedelai. . Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan implementasi dari konsep produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place) dan promosi (promotion). Ada banyak faktor yang mempengaruhi pemasaran produk agroindustri tahu tempe, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis keberadaan bauaran pemasaran produk agroindustri tahu tempe di Kota Mataram, meliputi: produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place), dan promosi (promotion). (2) Menganalisis faktor internal dan faktor eksternal agroindustri tahu dan tempe di Kota Mataram, berupa kekuatan/potensi (strength) dan kelemahan/kendala (weakness), serta peluang (opportunity) dan ancaman/tantangan (treath). (3) Merumuskan strategi pengembangan agroindustri tahu dan tempe di Kota Mataram. Penelitian menggunakan metode deskriptif yang memadukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi perusahaan dan literatur terkait. Bauran pemasaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif,, faktor internal dan eksternal agroindusri di analisis dengan matriks IFE dan EFE, steategi pengembangan agroindustri di analisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran agroindustri tahu dan tempe di Kota Mataram belum optimal. Aspek produk memiliki kualitas yang baik, namun sebagian besar belum menggunakan merek, label, dan kemasan yang menarik. Aspek harga diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi pasar, sedangkan aspek distribusi didukung oleh lokasi usaha yang strategis sehingga memudahkan pemasaran. Sementara itu, aspek promosi masih terbatas pada word of mouth dan belum memanfaatkan media sosial maupun pemasaran digital secara optimal. Hasil analisis faktor internal menunjukkan bahwa kekuatan utama agroindustri meliputi kualitas tenaga kerja, hubungan yang baik dengan pemasok dan konsumen, kualitas produk, serta harga yang terjangkau, sedangkan kelemahannya meliputi promosi, perencanaan keuangan, penggunaan teknologi, dan belum adanya merek produk. Faktor eksternal menunjukkan adanya peluang berupa ketersediaan bahan baku berkualitas, perkembangan teknologi, dan tingginya permintaan pasar, sementara ancaman berasal dari kenaikan harga bahan baku, persaingan usaha, dan keberadaan produk substitusi. Hasil analisis strategi pengembangan yaitu (1) Mengoptimalkan tenaga kerja yang tersedia dan berkualitas dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran. (2) Memperkuat kerja sama dengan distributor bahan baku dan penyalur agar ketersediaan bahan baku berkualitas tetap terjamin, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan. (3) Memaksimalkan kualitas produk yang baik serta harga yang terjangkau untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Kata-Kata Kunci: Agroindustri Tahu Tempe, Bauran Pemasaran, Analisis SWOT, Strategi Pemasaran, Kota Mataram.
SWOT-Based Strategies for Date Palm Agrotourism in Sulabam, Sumbawa Regency Syarafuddin Jarot; Amry Rakhman; Daeva Mubarika Raisa; Ristina Sundari; Rizki Wahistina; Adnan Arshad
Journal of Biology, Environment, and Edu-Tourism Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/jbee.v2i2.331

Abstract

Date palm (Phoenix dactylifera L.) agrotourism has the potential to serve as a form of agricultural tourism diversification because it combines crop production, education, cultural value, and opportunities for the development of value-added products. This study aims to formulate a strategic direction for the development of date palm agrotourism in the Sulabam Area, Sumbawa Regency. The study employed a sequential mixed-methods descriptive design; qualitative data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, after which 15 respondents were purposively selected for the weighting and evaluation of strategic factors. Analysis was conducted using the IFAS, EFAS, SWOT positioning matrix, and SWOT strategy matrix. The results showed a strength score of 1.39 and a weakness score of 2.17, while the opportunity score was 2.18 and the threat score was 0.89. The coordinates X = -0.78 and Y = 1.29 place Sulabam in the WO quadrant. Priority strategies include strengthening digital promotion, enhancing management and service capacity, providing basic visitor facilities, and strengthening institutional collaboration. These findings indicate that leveraging external opportunities to improve internal readiness is a crucial step toward developing a competitive and adaptive date agrotourism sector that provides economic benefits to the local community.