Rendahnya praktik kebersihan diri (personal hygiene) pada siswa sekolah dasar berkontribusi signifikan terhadap tingginya angka kejadian penyakit berbasis lingkungan di Indonesia, tercermin dari prevalensi kecacingan yang mencapai 28–60%, serta diare yang hingga kini masih menduduki posisi penyebab kematian kedua pada anak. Data survei awal di SD Negeri 1 Kaliawi, Kota Bandar Lampung, mengungkapkan bahwa 69% siswa tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, 72% tidak rutin memotong kuku, dan 66% tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga, terbatasnya akses terhadap informasi kesehatan, serta ketidakcukupan sarana prasarana yang menghambat terwujudnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik kebersihan diri siswa melalui pendekatan multi-metode yang mencakup presentasi interaktif berbantuan media, video edukatif, demonstrasi cuci tangan, dan game session kepada 50 siswa kelas 5A dan 5B. Evaluasi melalui kuesioner pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa sebesar 25,6%, yakni dari 49,2% menjadi 74,8%, yang mengindikasikan bahwa pendekatan edukatif partisipatif dan multi-metode efektif dalam membentuk kesadaran hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah dasar.
Copyrights © 2026