Tingginya angka kematian ibu dan bayi di wilayah pedesaan sering kali disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap informasi, kurangnya layanan perawatan kehamilan yang memadai, serta minimnya pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan ibu hamil di Desa Bangun Rejo melalui penerapan Model Program PELITA (Layanan Edukasi dan Informasi bagi Ibu Hamil dan Bayi). Metode pelaksanaannya mencakup enam tahapan utama: persiapan, edukasi gizi dan perawatan kehamilan, pelatihan keterampilan persalinan, pemeriksaan kesehatan (antenatal care), dukungan emosional melalui konseling, serta evaluasi program. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari STIKes Mitra Husada Medan, dengan melibatkan kader kesehatan setempat dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif masyarakat serta penguatan peran kader kesehatan dalam deteksi dini risiko kehamilan—kontribusi yang diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan SDG nomor 1, 3, 4, dan 8 secara langsung di tingkat desa
Copyrights © 2026