Tesa Arsitektur
Vol 23, No 2: Desember 2025

MORFOLOGI KAMPUNG UTAN BINTARO BERBASIS KEKERABATAN ETNIS BETAWI

Septana Bagus Pribadi (Unknown)
Atik Suprapti (Universitas Diponegoro)
Edward E Pandelaki (Universitas Diponegoro)
M Sahid Indraswara (Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
12 Jan 2026

Abstract

Morfologi Kampung Utan Bintaro merupakan cerminan adaptasi permukiman tradisional etnis Betawi di tengah tekanan urbanisasi dan gentrifikasi. Kampung ini, salah satu yang tertua di Kelurahan Pondok Pucung, Tangerang Selatan, kini terjepit oleh ekspansi perumahan Bintaro Jaya dan klaster elit, namun tetap bertahan dengan pola ruang organik dan jejaring kekerabatan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan morfologi Kampung Utan Bintaro dan bagaimana kekerabatan etnis Betawi mempengaruhi transformasi ruang serta kepemilikan lahan kampung dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif melalui observasi, analisis peta historis dan citra satelit, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan morfologi yang inkremental berbasis kekerabatan, ditandai pola jalan tidak beraturan, kaveling adaptif, dan kepadatan tinggi. Proses gentrifikasi berlangsung dalam tiga gelombang, dari intervensi pengembang besar pada akhir 1980-an, investasi kecil-menengah pada 1990-an hingga 2000-an, hingga munculnya klaster baru pasca 2010. Meskipun tekanan ekonomi dan segregasi spasial meningkat, komunitas lokal beradaptasi melalui pemadatan hunian, konversi ruang menjadi kontrakan dan usaha kecil, serta pemeliharaan kohesi sosial. Strategi tersebut menegaskan resiliensi urban kampung Betawi sekaligus pentingnya pengakuan nilai lokal dalam perencanaan kota yang inklusif dan berkelanjutan. 

Copyrights © 2025