Kota Balikpapan menghadapi peningkatan kebutuhan energi akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat. Bangunan sebagai sektor dengan konsumsi energi terbesar perlu dirancang secara efisien untuk menekan beban energi dan emisi karbon. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat diterapkan adalah translasi massa, yaitu manipulasi bentuk dan orientasi bangunan guna mengoptimalkan pencahayaan alami, ventilasi, serta mengurangi beban pendinginan. Namun, penerapan konsep ini masih terbatas karena minimnya kajian yang mengintegrasikan simulasi energi dengan karakter iklim tropis lembap Balikpapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh translasi massa dengan variabel jumlah lantai dan sudut putar antar lantai terhadap efisiensi energi bangunan melalui pendekatan simulasi komputasional. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dengan teknik parametrik untuk mengevaluasi hubungan antara geometri bangunan dan paparan radiasi matahari. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan jumlah lantai dari 10 hingga 30 tingkat secara signifikan meningkatkan total radiasi tahunan yang diterima bangunan dan variasi sudut pivot antar lantai dalam rentang 5–20 radian hanya memberikan pengaruh kecil terhadap perubahan nilai radiasi. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ketinggian massa lebih berpengaruh terhadap performa energi dibandingkan rotasi massa pada bangunan tropis.
Copyrights © 2025