Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses pembuatan keranjang tradisional saloi di Kelurahan Topo, Kota Tidore Kepulauan, serta perbedaannya dengan keranjang pada umumnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan kondisi secara langsung berdasarkan hasil penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan saloi meliputi tahap pemilihan dan pengolahan bahan baku hingga menjadi keranjang, yang masih mengikuti cara tradisional sebagaimana diwariskan oleh pengrajin terdahulu. Perbedaan utama saloi terletak pada waktu pembuatannya yang biasanya mendekati musim panen serta bentuknya yang menyesuaikan punggung pengguna sehingga lebih nyaman saat membawa hasil panen. Selain itu, saloi memiliki nilai adat dan budaya yang tidak ditemukan pada keranjang pada umumnya.
Copyrights © 2020