Kedisiplinan siswa menjadi tantangan banyak lembaga pendidikan di Indonesia, sehingga SMA Al-Banna Bali menerapkan sistem komitmen, reward, dan punishment berbasis nilai religius untuk membangun budaya disiplin secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi dengan narasumber guru BK dan seorang siswa. Hasil menunjukkan bahwa sistem komitmen yang dibangun sejak penerimaan siswa baru melalui wawancara siswa dan orang tua secara terpisah terbukti efektif sebagai landasan preventif, reward diberikan berbasis poin kebaikan, sedangkan punishment diterapkan bertahap dan bersifat mendidik, serta ketiganya berjalan terintegrasi didukung layanan BK yang komprehensif. Penelitian ini memberikan model praktis bagi sekolah Islam terpadu dalam merancang sistem disiplin yang terstruktur, objektif, dan humanis melalui sinergi komitmen awal, penghargaan berbasis data, serta pembinaan yang melibatkan sekolah, siswa, dan orang tua.
Copyrights © 2026