Penelitian ini berfokus pada kajian penerapan green accounting yang dikaitkan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana (THK) dalam pengelolaan kawasan wisata konservasi di Mandala Suci Wenara Wana (Sacred Monkey Forest Sanctuary), Ubud, Bali. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus untuk memahami praktik pengelolaan lingkungan dalam konteks kearifan lokal Bali. Informan penelitian dipilih secara purposive dan melibatkan pengelola kawasan, staf operasional, masyarakat lokal, serta wisatawan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan green accounting tercermin melalui berbagai aktivitas pengelolaan lingkungan, seperti pengalokasian biaya konservasi, pencatatan biaya lingkungan, pelaksanaan program sterilisasi satwa, pengolahan limbah melalui fasilitas kompos, serta pemeliharaan kawasan hutan. Praktik tersebut juga merefleksikan prinsip THK yang meliputi dimensi parahyangan, pawongan, dan palemahan, sehingga mendukung pengelolaan destinasi wisata berbasis konservasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Copyrights © 2026