Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan Alutsista TNI AD dalam mendukung operasi di daerah rawan Poso yang memiliki karakteristik medan berat, akses terbatas, intensitas penggunaan kendaraan tinggi, dan risiko keamanan kompleks. Sistem pemeliharaan Alutsista TNI AD telah disusun secara berjenjang melalui Bengkel Lapangan, Bengkel Daerah, dan Bengkel Pusat Peralatan, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala integrasi, keterbatasan fasilitas Bengkel Daerah, pelaporan kerusakan yang belum terdigitalisasi, distribusi suku cadang yang belum stabil, serta kompetensi teknisi yang belum merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dukungan Satuan Peralatan Puspalad melalui integrasi Bengkel Pusat dan Bengkel Daerah dalam mendukung operasi TNI AD di daerah rawan Poso. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi terbatas dan studi dokumentasi. Informan penelitian berasal dari unsur Bengpuspal, Bengrah Kodam XIII/Merdeka, Benglap Korem 132/Tadulako, dan PT Pindad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pemeliharaan telah berjalan melalui pembagian peran berjenjang, tetapi belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat hambatan pada koordinasi teknis, akurasi pelaporan, fasilitas diagnostik, ketersediaan suku cadang, dan kemampuan teknisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pemeliharaan Alutsista perlu diperkuat melalui digitalisasi pelaporan, peningkatan kompetensi teknisi, revitalisasi fasilitas Bengkel Daerah, penguatan manajemen suku cadang dan kerja sama teknis dengan industri pertahanan.
Copyrights © 2026