Erry Herman
Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Bogor, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Satgas Kompi Zeni Kontingen Garuda XX dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian di Republik Demokratik Kongo Basor Hermawan; Ansori Ansori; Erry Herman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1144

Abstract

Penelitian ini membahas strategi Satgas Kompi Zeni Kontingen Garuda XX dalam mencapai keberhasilan tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia di Republik Demokratik Kongo. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh kompleksitas tugas Satgas Kizi dalam misi MONUSCO, terutama pada aspek kemampuan personel, dukungan logistik dan materiel, serta dinamika ancaman di daerah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan personel Satgas Kizi dalam melaksanakan tugas engineering, menganalisis kondisi aktual dukungan logistik dan materiel, serta merumuskan strategi yang tepat untuk mendukung keberhasilan misi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi, dan triangulasi terhadap informan yang berasal dari unsur pimpinan, staf operasi, staf logistik, dan personel Satgas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan perumusan strategi dilakukan melalui analisis SWOT dengan Matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personel Satgas memiliki kemampuan teknis dan profesionalisme yang memadai, namun masih menghadapi keterbatasan kemampuan bahasa asing, unsur pengamanan, risiko kesehatan, keterbatasan suku cadang, usia alat berat yang tua, serta lambatnya proses disposal materiel. Hasil analisis menunjukkan Satgas berada pada Kuadran I, sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi progresif melalui modernisasi alat berat, penguatan logistik, sistem pengamanan, dan peningkatan kompetensi personel
Strategi Dukungan Satuan Peralatan Puspalad melalui Integrasi Bengkel Pusat dan Daerah dalam Mendukung Operasi TNI AD di Daerah Rawan Poso Endri Yul Prihatin Warista; Ansori Ansori; Erry Herman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1145

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan Alutsista TNI AD dalam mendukung operasi di daerah rawan Poso yang memiliki karakteristik medan berat, akses terbatas, intensitas penggunaan kendaraan tinggi, dan risiko keamanan kompleks. Sistem pemeliharaan Alutsista TNI AD telah disusun secara berjenjang melalui Bengkel Lapangan, Bengkel Daerah, dan Bengkel Pusat Peralatan, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala integrasi, keterbatasan fasilitas Bengkel Daerah, pelaporan kerusakan yang belum terdigitalisasi, distribusi suku cadang yang belum stabil, serta kompetensi teknisi yang belum merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dukungan Satuan Peralatan Puspalad melalui integrasi Bengkel Pusat dan Bengkel Daerah dalam mendukung operasi TNI AD di daerah rawan Poso. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi terbatas dan studi dokumentasi. Informan penelitian berasal dari unsur Bengpuspal, Bengrah Kodam XIII/Merdeka, Benglap Korem 132/Tadulako, dan PT Pindad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pemeliharaan telah berjalan melalui pembagian peran berjenjang, tetapi belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat hambatan pada koordinasi teknis, akurasi pelaporan, fasilitas diagnostik, ketersediaan suku cadang, dan kemampuan teknisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pemeliharaan Alutsista perlu diperkuat melalui digitalisasi pelaporan, peningkatan kompetensi teknisi, revitalisasi fasilitas Bengkel Daerah, penguatan manajemen suku cadang dan kerja sama teknis dengan industri pertahanan.