Gangguan terlambat bicara atau speech delay merupakan kondisi keterlambatan perkembangan kemampuan berbicara pada anak berbanding anak-anak di usia yang sama pada umumnya. Gangguan ini dapat memberikan pengaruh pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak karena hambatan dalam berkomunikasi. Banyak keluarga-keluarga dengan anak speech delay masih membutuhkan arahan pengetahuan dan kemampuan dalam mendampingi anak mereka bertumbuh dengan speech delay. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experimental dalam menguji penerapan pendekatan keperawatan keluarga dalam mendampingi orangtua merawat anak dengan speech delay. Subjek penelitian ini adalah keluarga dengan anak speech delay, perubahan kemampuan wicara dan perhatian anak dengan speech delay. Sepuluh keluarga dengan anak speech delay dipilih secara purposive karena keterbatasan populasi keluarga dengan anak speech delay. Respons wicara dan respons perhatian anak speech delay dikaji dengan menggunakan early language milestone scale (ELM) dan Join Text Attention Task script (JTAT). Hasil: belum cukup bukti untuk menolak hipotesis bahwa tidak terdapat perbedaaan yang signifikan dalam pada respons wicara dan perhatian anak dengan speech delay anatar sebelum dan setelah mengikuti asuhan keperawatan keluarga. Diskusi: Hasil penelitian ini menunjukkan perlu asuhan keperawatan pendampingan pada keluarga dengan anak speech delay secara berkelanjutan untuk dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan kognitif, sosial dan emosional anak dengan speech delay.
Copyrights © 2026