JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA
Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama

Analisis Makna Mamogoti Bagas Sibaganding Tua Budaya Adat Batak Toba (Kajian Semiotika)

Agnes Petriciana Simarmata (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Vita Riahni Saragih (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Immanuel Doclas Belmondo Silitonga (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Jumaria Sirait (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)
Junifer Siregar (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar)



Article Info

Publish Date
16 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Makna Mamogoti Bagas Sibaganding Tua Budaya Adat Batak Toba (Kajian Semiotika). Berdasarkan hsil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan tentang kajian semiotika mamogoti bagas sibaganding tua budaya Batak Toba, maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut:Mamogoti bagas sibaganding tua mengungkapkan bahwa acara ini merupakan budaya Batak Toba: ungkapan syukur atas rezeki rumah baru (Mamogoti Bagas) menjadikannya sebuah teks kaya yang dapat diurai melalui teori Charles Sanders Peirce. Fokus semiotika pada lima elemen menunjukkan bagaimana benda-benda ritual bertransformasi menjadi tanda sosial dan spiritual. Dekke arsik berfungsi ikonik dengan bentuknya yang utuh dan tidak terpotong, merepresentasikan keutuhan, keberkahan, dan pengharapan agar penghuni rumah baru mencapai keberuntungan seperti ikan yang selalu berlimpah; sedangkan Tudu-tudu sipangaon (kepala hewan) adalah ikon yang menegaskan pengakuan terhadap status sosial pemberi dan penerima, mencerminkan hierarki dan penghormatan. Kemudian, ulos bintang maratur bertindak sebagai indeks dari doa dan harapan agar kehidupan dalam rumah baru tertata rapi (maratur), menunjuk pada kerukunan dan kedamaian keluarga. Selanjutnya, boras sipir ni tondi adalah indeks yang berfungsi memperkuat semangat (tondi) dan keselamatan penghuni rumah. Puncaknya, itak gurgur menjadi simbol berkat dan pengharapan yang secara ritual harus "ditelan" atau diresapi oleh keluarga, mewakili penyerapan energi positif untuk kebahagiaan dan kemakmuran. Secara keseluruhan, mamogoti bagas sibaganding tua adalah demonstrasi kearifan lokal yang menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, dan sesama, memastikan bahwa rumah baru tidak

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

PSSA

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Other

Description

JURNAL PENDIDIKAN, SAINS SOSIAL, DAN AGAMA is a double-blind peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing research articles focusses on: 1. Teaching method 2. Instructional methods 3. Instructional strategy 4. Instructional materials development 5. Experiment, ...