Kandang : Jurnal Peternakan
Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS

PERSEPSI PETERNAK SAPI TRADISIONAL TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN DI ACEH TENGGARA

Muttaqinullah RS (Universitas Gunung Leuser)
Joharsah Joharsah (Universitas Gunung Leuser,)
Hadirin Hadirin (Universitas Gunung Leuser,)
Kartono Kartono (Universitas Gunung Leuser,)
Sudarma JA (Universitas Gunung Leuser,)
Aiva Viforit (Universitas Gunung Leuser,)
Unchu Maiwanda (Universitas Gunung Leuser,)
Prastika Prastika (Universitas Gunung Leuser,)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2026

Abstract

Produksi Karkas daging sapi di Provinsi Aceh terus mengalami peningkatan sebagaimana data yang dilaporkan oleh BPS Aceh dari Tahun 2023-2025 dari 13.776.162,51 Kg naik menjadi 20.737.882,64 kg  (50,53%) demikian juga dengan kabupaten Aceh Tenggara yaitu 611.698 kg naik menjadi 1.223.774 kg (100,06%)  hal ini menandakan bahwa permintaan daging sangat tinggi di provinsi Aceh dan khususnya di Aceh Tenggara naik 100% dan menandakan jumlah populasi ternak juga naik signifikan. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak sapi terhadap penerimaan teknologi inseminasi buatan (IB) di Aceh Tenggara. Minat peternak sapi terhadap penerimaan teknologi IB  di Aceh Tenggara. Penilaian peternak sapi terhadap teknologi inseminasi buatan di Aceh Tenggara dan Persepsi peternak terhadap petugas peternakan yang melaksanakan tehnologi IB di Aceh Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 peternak sapi potong yang telah mengadopsi teknologi IB. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak secara umum berada dalam kategori baik, dengan total skor persepsi sebesar 6.255. Penilaian peternak terhadap IB memberikan berbagai manfaat terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas ternak, efisiensi biaya, serta penghematan waktu dan tenaga. Adapun beberapa kendala yang dihadapi peternak seperti kesulitan dalam mendeteksi birahi dan tingkat keberhasilan kebuntingan yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penyuluhan, serta peningkatan akses terhadap inseminator terlatih untuk mendukung keberhasilan adopsi teknologi IB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan sektor peternakan sapi secara berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JKD

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Environmental Science Veterinary

Description

Kandang Journal Ilmiah Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, ...