Efektivitas penanggulangan bencana di wilayah megapolitan seperti DKI Jakarta sangat bergantung pada keandalan operasional dan dukungan layanan teknologi informasi. Namun, ketidakselarasan antara Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan kerangka kerja tata kelola TI global seringkali menghambat respons insiden yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kapabilitas tata kelola TI pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dengan fokus pada domain Deliver, Service, and Support (DSS) dalam kerangka kerja COBIT 5. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method), data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi SOP, dan kuesioner kepada 12 responden kunci. Hasil analisis menunjukkan tingkat kematangan rata-rata berada pada level 4 (Predictable Process), namun ditemukan kesenjangan signifikan pada sub-domain DSS02.02 terkait klasifikasi insiden yang hanya mencapai level 2.6. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun infrastruktur fisik dan fasilitas telah dikelola dengan baik, mekanisme pencatatan dan prioritas insiden layanan masih bersifat ad-hoc. Penelitian ini berkontribusi memberikan peta jalan perbaikan SOP berbasis risiko untuk meningkatkan resiliensi organisasi publik dalam situasi darurat. Penelitian ini berkontribusi memberikan peta jalan perbaikan SOP berbasis risiko untuk meningkatkan resiliensi organisasi publik dalam situasi darurat. Lebih jauh, temuan mengenai urgensi sistem manajemen insiden terintegrasi dalam riset ini menjadi fondasi (best practice) bagi tim peneliti dalam merancang tata kelola operasional layanan TI pada pengembangan perangkat lunak terapan di sektor strategis lainnya pada penelitian mendatang
Copyrights © 2026