-Kota Jambi sebagai wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat mengalami tekanan terhadap tutupan lahan. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan di Kota Jambi selama periode 2016–2025 menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS, indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan algoritma Decision Tree. Data citra diperoleh melalui platform Google Earth Engine (GEE) dengan tahapan pra-pemrosesan meliputi cloud masking menggunakan band QA_PIXEL, koreksi reflektansi, dan penyusunan komposit tahunan menggunakan metode median composite. Nilai NDVI dihitung di QGIS menggunakan formula (Band 5 − Band 4) / (Band 5 + Band 4), kemudian diklasifikasikan berdasarkan threshold NDVI menjadi enam kelas tutupan lahan, yaitu badan air, lahan terbuka, rumput, pertanian/taman, semak belukar, dan hutan lebat. Hasil klasifikasi NDVI tersebut digunakan sebagai label target untuk melatih model Decision Tree, sedangkan tujuh band spektral Landsat 8 digunakan sebagai fitur input dengan pembagian data temporal split 70:30. Model Decision Tree selanjutnya digunakan untuk mengekstraksi feature importance dan decision rules sebagai representasi karakteristik spektral setiap kelas tutupan lahan. Hasil evaluasi menunjukkan Overall Accuracy sebesar 89,61%, Kappa Coefficient sebesar 0,85457, dan weighted F1-Score sebesar 0,89. Hasil ekstraksi feature importance menunjukkan bahwa Band 4 (Red) dan Band 5 (Near Infrared), sebagai band penyusun NDVI, merupakan fitur spektral yang paling relevan dalam membedakan kelas tutupan lahan. Analisis perubahan menunjukkan bahwa luas hutan lebat menurun sebesar 1.393,92 ha (−16,1%), sedangkan pertanian/taman meningkat sebesar 721,53 ha (+19,2%). Hasil penelitian mengindikasikan adanya tekanan terhadap vegetasi Kota Jambi akibat perkembangan wilayah
Copyrights © 2026