Kemunculan TikTok Shop membawa perubahan besar dalam cara masyarakat Indonesia dalam berbelanja. Tidak sedikit pengguna yang tanpa sadar menyerahkan begitu banyak informasi pribadi supaya bisa menikmati kemudahan berbelanja. Tapi, sejauh mana data mereka benar-benar aman? Penelitian ini ada untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melihat bagaimana pengguna TikTok Shop memandang keamanan data pribadi, sekaligus menggali apakah lama tidaknya pengguna dalam menggunakan aplikasi ini bisa meningkatkan kesadaran mereka terhadap keamanan data pribadi. Sebanyak 42 responden dari kalangan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika dan karyawan PT Pelangi Elasindo dilibatkan dalam penelitian ini melalui kuesioner daring, dengan data yang kemudian diolah secara deskriptif. Dari hasil yang diperoleh, pengguna berusia 23 hingga 26 tahun mendominasi dengan proporsi 45,24%. Lebih dari separuh responden sudah mengenal fitur keamanan seperti Autentikasi Dua Faktor, namun masih ada 35,71% yang sama sekali belum mengetahuinya. Hal yang menarik ditemukan pada persepsi ancaman, yaitu tepat 50% responden mengaku pernah merasa data mereka terancam selama berbelanja. Sementara itu, pengguna yang baru mengenal TikTok Shop justru memiliki kepercayaan paling tinggi dengan rata-rata skor 3,67, lebih tinggi dibanding pengguna 1–2 tahun (3,18) maupun pengguna jangka panjang (3,20). Temuan ini memberi sinyal bahwa semakin lama seseorang menggunakan aplikasi, belum tentu rasa percayanya ikut bertumbuh. TikTok Shop perlu lebih serius dalam memperkuat perlindungan data dan mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Nomor 27 Tahun 2022.
Copyrights © 2026