Jalan Bebas Hambatan IKN segmen Jembatan Pulau Balang – Simpang Riko seksi 5B merupakan bagian dari jaringan jalan tol penunjang Ibu Kota Negara Nusantara. Pada ruas tersebut, terdapat lokasi pekerjaan yang melewati tanah lunak di Sta 3+525 – 3+650 yang dalam dokumen RTA direncanakan timbunan tanpa penanganan tanah dasar, sehingga berisiko terjadi penurunan elevasi jalan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain awal sesuai RTA, mengidentifikasi alternatif perbaikan tanah untuk penurunan dan stabilitas, serta menentukan metode paling efisien dan efektif. Metode yang digunakan meliputi analisis pemampatan dan stabilitas secara manual serta pemodelan numerik Plaxis 2D pada tiga alternatif: substitusi tanah (1m, 2m, 3m), PVD (pola segitiga/segiempat spasi 1m/1,5m), dan mini pile (6m, 8m, 12m), kemudian dievaluasi dengan analisis pro-kontra berdasarkan stabilitas, biaya, waktu, dan workability. Hasil menunjukkan desain awal tanpa penanganan tanah lunak tidak memenuhi kriteria desain karena derajat konsolidasi 90% baru tercapai dalam 9,28 tahun, melampaui masa konstruksi 9 bulan. Metode substitusi 3m menghasilkan penurunan 0,30m dan waktu konsolidasi 6,36 bulan, PVD segitiga spasi 1m menghasilkan penurunan 0,82m dengan waktu konsolidasi <6 bulan, sedangkan mini pile 12m menghasilkan penurunan terkecil (0,20m) dan faktor keamanan tertinggi (2,09). Berdasarkan analisis pro-kontra, metode substitusi 3m dengan perkuatan geotekstil merupakan alternatif paling efisien secara keseluruhan dengan skor tertinggi (3,8), mengungguli PVD (3,7) dan mini pile (2,6).
Copyrights © 2026