Tingginya angka perceraian di Indonesia menunjukkan pentingnya kesiapan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program bimbingan perkawinan yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal penyuluh agama dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan di KUA Kecamatan Ciputat untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin menuju keluarga sakinah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu orang penyuluh agama dan lima orang calon pengantin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan penyuluh agama meliputi keterbukaan, sikap positif, dukungan, empati, dan kesetaraan. Kelima aspek tersebut membantu calon pengantin memahami kehidupan rumah tangga, meningkatkan kesiapan mental dan emosional, serta membangun kemampuan komunikasi dengan pasangan. Dengan demikian, komunikasi interpersonal yang efektif berperan dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin menuju keluarga sakinah.
Copyrights © 2026