Kebakaran pada bangunan beton bertulang dapat menyebabkan penurunan signifikan terhadap kekuatan material dan integritas struktural akibat paparan suhu tinggi. Salah satu tantangan utama dalam evaluasi pasca kebakaran adalah menentukan sejauh mana kerusakan terjadi pada beton dan ikatan antara beton dengan tulangan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan sifat mekanis beton bertulang setelah paparan suhu tinggi melalui pendekatan eksperimental laboratorium. Spesimen balok dan silinder beton bertulang dengan mutu normal (fc' = 25 MPa) dipanaskan pada suhu 200°C, 400°C, 600°C, dan 800°C selama dua jam dalam furnace, kemudian didinginkan secara alami. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tekan, tarik belah, lentur, dan uji ikatan tulangan (pull-out test). Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan suhu eksposur berbanding lurus dengan penurunan kekuatan material. Pada suhu 600°C ke atas, terjadi penurunan kekuatan tekan hingga lebih dari 40%, dan penurunan signifikan pada kekuatan ikatan beton-tulangan. Analisis visual dan mikroskopis mengindikasikan terbentuknya retak mikro, peningkatan porositas, dan degradasi fasa hidrat semen. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk penilaian kerusakan struktur pasca kebakaran serta menjadi acuan dalam perencanaan strategi perbaikan dan penguatan struktur. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengevaluasi performa beton bertulang pasca kebakaran menggunakan pendekatan numerik dan simulasi elemen hingga (FEM).
Copyrights © 2026