Kontrasepsi merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan reproduksi untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, mengatur jarak kelahiran, dan mendukung kesehatan ibu serta keluarga. Setiap metode kontrasepsi memiliki mekanisme kerja fisiologis yang berbeda sesuai kandungan, lokasi kerja, dan cara penggunaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme kerja fisiologis berbagai metode kontrasepsi melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan SpringerLink. Literatur yang digunakan berupa artikel nasional dan internasional yang membahas mekanisme kerja kontrasepsi hormonal, intrauterin, penghalang, darurat, permanen, dan alami. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan pengaruh kontrasepsi terhadap sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium, ovulasi, lendir serviks, endometrium, fungsi sperma, dan transportasi gamet. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal bekerja terutama melalui penekanan sekresi FSH dan LH, penghambatan ovulasi, pengentalan lendir serviks, serta penipisan endometrium. AKDR hormonal bekerja dominan secara lokal pada lendir serviks dan endometrium, sedangkan AKDR tembaga mengganggu motilitas dan viabilitas sperma melalui pelepasan ion tembaga dan respons inflamasi lokal. Metode penghalang mencegah masuknya sperma ke serviks, sterilisasi memutus jalur anatomis pertemuan sperma dan ovum, sedangkan metode alami memanfaatkan perubahan fisiologis siklus menstruasi dan laktasi. Disimpulkan bahwa sebagian besar kontrasepsi bekerja sebelum fertilisasi dengan menghambat ovulasi, transportasi sperma, atau pertemuan gamet. Pemahaman fisiologis yang tepat diperlukan untuk mendukung konseling dan pemilihan kontrasepsi yang sesuai.
Copyrights © 2026