Ayu Kurniati
Akademi Kebidanan Prestasi Agung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Senam Hamil pada Ibu Hamil Berbasis Wilayah Perairan Ayu Kurniati; Farika Riyanti; Ferly Oktriyedi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2111

Abstract

Keikutsertaan ibu hamil dalam senam hamil masih tergolong rendah, terutama di wilayah pelosok dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan senam hamil pada ibu hamil di Kampung Bandar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling Variabel independen meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, dan kepemilikan BPJS, sedangkan variabel dependen adalah keikutsertaan senam hamil. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan terakhir (p=0,011) dan jumlah anak (p=0,038) dengan keikutsertaan senam hamil. Sementara itu, umur (p=0,760), pekerjaan (p=0,715), dan kepemilikan BPJS (p=1,000) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kondisi wilayah pelosok dengan karakteristik persawahan dan perairan serta keterbatasan akses layanan kesehatan turut mempengaruhi rendahnya keikutsertaan senam hamil.
Determinan Penggunaan Keluarga Berencana pada Pasangan Usia Subur Berbasis Wilayah Perairan Khoirotul Umul Latifah; Ayu Kurniati; Lela Handayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2112

Abstract

Pengendalian pertumbuhan penduduk merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan kesehatan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Keberhasilan program KB tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik individu, sosial ekonomi, serta kondisi lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan penggunaan keluarga berencana (KB) pada pasangan usia subur di wilayah perairan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden dengan Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Variabel yang diteliti meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, dan kepemilikan BPJS sebagai variabel independen, serta penggunaan KB sebagai variabel devenden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur melalui wawancara langsung kepada responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,018; OR=3,883), pendidikan (p=0,029; OR=3,322), dan pekerjaan (p=0,019; OR=3,594) memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan KB, di mana responden yang lebih muda, berpendidikan tinggi, dan bekerja cenderung lebih aktif menggunakan KB. Sementara itu, jumlah anak (p=0,435) dan kepemilikan BPJS (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan KB lebih dipengaruhi oleh faktor individu, sosial ekonomi, serta kondisi lingkungan seperti keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah persawahan dan perairan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan penggunaan KB perlu difokuskan pada kelompok berisiko dengan pendekatan edukasi yang lebih intensif serta peningkatan akses layanan melalui strategi pelayanan yang lebih dekat dan mobile.
Pengaruh Olahraga terhadap Kesehatan Ibu Hamil Ayu Kurniati; Heni Sudarmini
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/0916v403

Abstract

Kehamilan merupakan periode fisiologis yang disertai perubahan sistem kardiovaskular, metabolik, hormonal, dan muskuloskeletal yang dapat meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik selama kehamilan direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan maternal dan luaran kehamilan. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh olahraga terhadap kesehatan ibu hamil berdasarkan sintesis literatur ilmiah terkini. Penulisan menggunakan pendekatan narrative literature review dengan sumber data berupa artikel penelitian primer, systematic review, meta-analisis, serta pedoman resmi dari organisasi kesehatan internasional yang diperoleh melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik aktivitas fisik pada kehamilan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu pada ibu tanpa kontraindikasi medis aman dan bermanfaat. Olahraga berkontribusi dalam meningkatkan fungsi kardiovaskular dan sensitivitas insulin, sehingga menurunkan risiko diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan preeklamsia. Selain itu, aktivitas fisik membantu mengontrol kenaikan berat badan, mengurangi keluhan nyeri punggung dan panggul, serta meningkatkan kesehatan mental dengan menurunkan risiko depresi perinatal. Dapat disimpulkan bahwa olahraga selama kehamilan merupakan intervensi berbasis bukti yang mendukung kesehatan ibu secara fisik dan psikologis, dengan catatan pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip moderasi, individualisasi, dan kondisi medis masing-masing ibu.
Mekanisme Kerja Fisiologis Berbagai Metode Kontrasepsi: Tinjauan Literatur Khoirotul Umul Latifah; Ayu Kurniati
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/1xge1c83

Abstract

Kontrasepsi merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan reproduksi untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, mengatur jarak kelahiran, dan mendukung kesehatan ibu serta keluarga. Setiap metode kontrasepsi memiliki mekanisme kerja fisiologis yang berbeda sesuai kandungan, lokasi kerja, dan cara penggunaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme kerja fisiologis berbagai metode kontrasepsi melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan SpringerLink. Literatur yang digunakan berupa artikel nasional dan internasional yang membahas mekanisme kerja kontrasepsi hormonal, intrauterin, penghalang, darurat, permanen, dan alami. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan pengaruh kontrasepsi terhadap sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium, ovulasi, lendir serviks, endometrium, fungsi sperma, dan transportasi gamet. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal bekerja terutama melalui penekanan sekresi FSH dan LH, penghambatan ovulasi, pengentalan lendir serviks, serta penipisan endometrium. AKDR hormonal bekerja dominan secara lokal pada lendir serviks dan endometrium, sedangkan AKDR tembaga mengganggu motilitas dan viabilitas sperma melalui pelepasan ion tembaga dan respons inflamasi lokal. Metode penghalang mencegah masuknya sperma ke serviks, sterilisasi memutus jalur anatomis pertemuan sperma dan ovum, sedangkan metode alami memanfaatkan perubahan fisiologis siklus menstruasi dan laktasi. Disimpulkan bahwa sebagian besar kontrasepsi bekerja sebelum fertilisasi dengan menghambat ovulasi, transportasi sperma, atau pertemuan gamet. Pemahaman fisiologis yang tepat diperlukan untuk mendukung konseling dan pemilihan kontrasepsi yang sesuai.
Perawatan Luka Perineum dan Proses Penyembuhan Fisiologis pada Ibu Postpartum: Tinjauan Literatur Ayu Kurniati; Farika Riyanti
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/tcpqj234

Abstract

Luka perineum merupakan trauma jaringan akibat robekan spontan atau episiotomi pada persalinan pervaginam yang dapat menimbulkan nyeri, edema, infeksi, dan keterlambatan penyembuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai metode perawatan luka perineum serta keterkaitannya dengan proses penyembuhan fisiologis pada ibu postpartum. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Scopus, Cochrane Library, dan Garuda. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan teks lengkap, dan pelaporan hasil berupa skor REEDA, nyeri, edema, infeksi, dehisensi, atau lama penyembuhan luka. Hasil telaah menunjukkan bahwa perawatan kebersihan perineum, kompres dingin, sitz bath, pemberian analgesik, teknik penjahitan yang tepat, edukasi, serta pemenuhan nutrisi tinggi protein dapat mendukung penyembuhan luka. Secara fisiologis, metode tersebut bekerja melalui pengurangan kontaminasi mikroorganisme, vasokonstriksi atau vasodilatasi lokal, penurunan inflamasi, peningkatan sirkulasi, proliferasi fibroblas, epitelisasi, angiogenesis, dan sintesis kolagen. Terapi pendamping seperti madu, aloe vera, calendula, daun binahong, daun sirih, ikan gabus, dan putih telur juga menunjukkan potensi mempercepat penyembuhan, tetapi hasil penelitiannya masih bervariasi. Disimpulkan bahwa perawatan luka perineum yang efektif memerlukan kombinasi kebersihan luka, pengendalian nyeri, pemenuhan nutrisi, edukasi, serta pemantauan tanda infeksi dan dehisensi. Terapi komplementer dapat digunakan sebagai pendamping, tetapi tidak menggantikan perawatan standar dan pemeriksaan tenaga kesehatan.