Penelitian ini membahas dinamika pelaksanaan proyek pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Logam Kota Semarang di Kawasan Industri Wijayakusuma yang menghadapi berbagai tantangan force majeure. Faktor eksternal seperti pandemi COVID-19, krisis energi global, serta gangguan rantai pasok internasional memberikan dampak signifikan terhadap keterlambatan proyek. Kajian ini menguraikan bagaimana profesionalisme keinsinyuran, khususnya dalam peran Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), mampu menjaga integritas, akuntabilitas, serta memastikan keberlangsungan proyek melalui addendum kontrak dan penerapan prinsip etika insinyur Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa penerapan prinsip Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan yang adil, transparan, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya strategi mitigasi risiko global dalam perencanaan proyek infrastruktur pemerintah.
Copyrights © 2026