Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi makna belajar matematika sebagai proses Meaning-making berbasis nilai-nilai Kristiani pada mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Pembelajaran matematika selama ini cenderung dipahami sebagai proses prosedural dan mekanistik, sehingga belum sepenuhnya menyentuh dimensi makna, refleksi, dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman mahasiswa dalam memaknai pembelajaran matematika dalam perspektif iman Kristen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna belajar matematika pada mahasiswa tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup (1) matematika sebagai refleksi keteraturan ciptaan Tuhan, (2) matematika sebagai sarana pembentukan karakter disiplin dan jujur, serta (3) matematika sebagai ruang Meaning-making spiritual yang mengintegrasikan iman dan pengetahuan. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran matematika berbasis nilai Kristiani berperan penting dalam membangun pemahaman holistik mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan konsep Meaning-making dalam pendidikan matematika berbasis iman Kristen, dengan memperluas perspektif konstruktivisme ke dalam dimensi spiritual-teologis dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan.
Copyrights © 2025