Disparitas pelayanan kesehatan antara wilayah perkotaan (urban) dan perdesaan (rural) masih menjadi tantangan utama dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia. Ketimpangan distribusi tenaga medis dan infrastruktur sering kali menyebabkan perbedaan kualitas layanan yang signifikan, yang berdampak pada derajat kesehatan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas sistem kesehatan masyarakat di wilayah urban dan rural ditinjau dari dimensi aksesibilitas, kualitas pelayanan, dan kepuasan pasien. Metode penelitian menggunakan desain komparatif cross-sectional dengan sampel sebanyak 200 responden pengguna BPJS Kesehatan (100 urban, 100 rural) di wilayah Kediri, yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U untuk melihat perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) pada dimensi fisik (tangible) di mana wilayah urban lebih unggul, namun wilayah rural memiliki skor lebih tinggi pada dimensi empati petugas. Disimpulkan bahwa sistem kesehatan urban unggul dalam teknologi dan infrastruktur, sedangkan sistem rural memiliki keunggulan dalam pendekatan humanis dan modal sosial, sehingga strategi pemerataan harus isesuaikan dengan karakteristik sosiologis wilayah.
Copyrights © 2026