Self-Deception merupakan mekanisme psikologis yang muncul ketika individu menghadapi situasi yang mengancam, salah satunya melalui perbandingan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan Perceived Abilities berdasarkan Comparative Direction antara Upward Comparison dan Downward Comparison pada mahasiswa di Kota Makassar, serta menganalisis perbedaan Self-Deception berdasarkan kelompok Comparative Direction. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain between subject design. Partisipan berjumlah 94 mahasiswa (50 upward dan 44 downward). Comparative Direction diukur menggunakan Perceived Abilities Scale, sedangkan Self-Deception menggunakan The Prospective Paradigm. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada Perceived Abilities, t(92) = 2.947, p = 0.004, d = 0.609, di mana Downward Comparison (M = 4.114) lebih tinggi dibanding Upward Comparison (M = 4.060). Analisis Self-Deception menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan, t(92) = -0.513, p = 0.609, d = -0.106. Kesimpulannya, Comparative Direction belum cukup kuat memicu Self-Deception, sehingga faktor lain seperti motivasi dan ancaman harga diri lebih berperan.
Copyrights © 2026