Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN EFIKASI DIRI, PERSEPSI HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PRACTICES (HRMP) TERHADAP INOVASI KERJA DENGAN SUKSES KARIR Hayati, Sri
HUMANITAS Vol 12, No 2: Vol.12 No.2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.079 KB) | DOI: 10.26555/humanitas.v12i2.3840

Abstract

Abstract The competitiveness of an organization is determined by innovation at the level of organizations, groups and individuals. Individual innovation is essential for organizational success. This study is aimed to look at the role of self efficacy, perceptions of HRMP and career success towards work innovation. This research was quantitative explanation, that examined the role between variables in the hypothesis. This research used a scale of self efficacy, perceptions of HRMP, career success and work innovation. The subject were 115 employees from PT BBM in Makassar. The method of analysis used structural equation modeling (SEM). Analysis result showed that: (1) self efficacy had positive and  ignificanteffect towards work innovation, which value was 0,325, (2) self efficacy had positive and significant effect on the work innovation, with career success as mediating variable, which value was 0,094, (3) perception of HRMP have positif and significant effect on work innovation, which value was 0,354 (4) perception of HRMP had positif and significant effect on work innovation, with career success as mediating variable, which value was 0,074. Hence, the variables which can be the predictors of the work innovation are self efficacy, perception of HRMP and career success. Keyworks: career success, self efficacy, work innovation
Forgiveness in Adolescents Post-Divorce Parents in the Makassar Bugis Tribe Muh. Fitrah Ramadhan Umar; Sri Hayati; Titin Florentina
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 5 No 1 (2023): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v5i1.596

Abstract

This study aims to find out the description of forgiveness in post-divorce adolescents in the Bugis-Makassar tribe. The research methodology used is quantitative. The subjects of this study were adolescents aged 12-18 years, ethnic Bugis or Makassar, and whose parents were divorced. There were 179 subjects in this study consisting of 66 men and 113 women. The measurement tool used in this study is the Transgression-Related Interpersonal Motivations Inventory (TRIM-18) to measure forgiveness with a reliability of 0.738. This study uses descriptive analysis techniques with the help of SPSS 25 for Windows software. The results of this study indicate that there are 147 (82.1%) students who have high forgiveness, as many as 31 (17.3%) students who have moderate forgiveness and as many as 1 (0.6%) subject with low forgiveness. This study concludes that the forgiveness of post-divorce adolescents in the Bugis-Makassar tribe is at a high level and most adolescents who have not been able to forgive their parents because they want to take revenge on their parents.
Analisis Kesesuaian Kompetensi Manajerial Dosen Perguruan Tinggi X Sri Hayati; Nurhikmah Nurhikmah
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 4 No 3 (2022): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v4i3.342

Abstract

Competent human resources will support the achievement of the university's vision and mission, while incompetent human resources will hinder the achievement of short, medium and long-term work targets, so that in the end it will hinder universities from developing and may even experience a decline. Lecturers as the spearhead of academic activities are faced with high job demands, apart from carrying out teaching, community service, and research, some lecturers also occupy structural positions which of course require managerial competence in order to carry out their duties optimally. This study aims to see the suitability of the competencies possessed by lecturers as structural position holders with the competencies required for the position. This study uses a competency assessment method consisting of tests and non-tests. The test form of assessment uses the CFIT, DISC, Kraeplin, Graphic and Warteg tests, while the non-test form uses interviews, observation, case studies and Leaderless Group Discussion. The subject of this study was a lecturer who served as head of the study program, male, 50 years old. The research results show that Mr. M has competencies that meet the requirements, namely integrity, interpersonal skills, customer focus, building business partnerships and driving execution. Meanwhile, the 4 competencies that still need to be improved to fulfill the position requirements as chair of the study program, namely change leadership, achievement orientation, empowering and innovation creativity. Steps that can be taken to improve these competencies include job assignment and mentoring methods.
Emotional Exhaustion terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi A. Alifah Nur Sosialita MF; Sitti Syawaliyah Gismin; Sri Hayati
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2021
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v1i2.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kelelahan emosional atau emotional exhaustion pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, mengetahui gambaran prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, dan mengetahui emotional exhaustion dalam memprediksi prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Sampel dari penelitian ini berjumlah 400 responden (laki-laki=109, perempuan=291) yang sedang mengerjakan tugas akhir dari berbagai universitas di Kota Makassar. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah menggunakan skala emotiona exhaustion dan skala prokrastinasi akademik. Kedua skala tersebut dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada aspek-aspek emotional exhaustion) dan prokrastinasi akademik). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis regresi sederhana menggunakan aplikasi SPSS 20 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa emotional exhaustion dapat menjadi prediktor terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi (p=0,000; p<0,05). Kedua variabel ini memiliki hubungan yang positif, berarti semakin besar kelelahan emosional (emotional exhaustion) yang dirasakan mahasiswa maka semakin tinggi pula kecenderungan ia melakukan prokrastinasi akademik.
Gambaran Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pos (Persero) Di Kota Makassar Novita Andriani; Sri Hayati; Arie Gunawan Hazairin Zubair
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2023
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v3i2.1290

Abstract

Dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) diperlukan manajemen yang baik dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kepuasan kerja karyawan kantor Pos (PERSERO) di Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan subjek penelitian ini dilakukan terhadap seluruh karyawan kantor Pos di Kota Makassar sebanyak 284 orang (L=186 orang, dan P=98 orang). Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala kepuasan kerja dengan nilai reliabilitas 0,956. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu, terdapat 35 responden atau 12,35% yang berada pada kategori rendah, 213 responden karyawan atau 75,0% yang berada pada kategori sedang, dan terdapat 36 responden karyawan atau 12,7% yang berada pada kategori tinggi. Kepuasan kerja pada karyawan kantor Pos di Kota Makassar tergolong baik, walaupun pada setiap karyawan memiliki kepuasan kerja yang berbeda-beda, dan jika perusahan dapat memberikan kenyamanan pada karyawan seperti tempat kerja yang nyaman, pemberian bonus, dan pemberian promosi jabatan, maka tingkat kepuasan kerja pada karyawan akan semakin baik. Limitasi penelitian ini yaitu hanya dapat digeneralisasikan pada karyawan kantor Pos di Kota Makassar saja dan tidak dapat digeneralisasikan oleh kantor pos di kota lainnya.
Keadilan Distributif, Keadilan Prosedural dan Keadilan Interaksional terhadap Employee Engagement di PT. Maruki Arif Fahri; Sri Hayati; Minarni
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v2i1.1293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat engagement karyawan di Indonesia, khususnya di kota makassar pada PT. Maruki. Engagement karyawan merupakan salah satu topik penting di dunia industri. Karyawan yang memiliki tingkat engagement tinggi akan berdampak positif bagi perusahaan. Namun demikian, tingkat engagement di Indonesia hanya sebesar 15% dan menempati posisi terendah di asia tenggara (Gallup, 2017). Salah satu hal yang dapat mempengaruhi engagement adalah keadilan yang dirasakan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keadilan distributif, keadilan procedural, dan keadilan interaksional mempengaruhi employee engagement. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan kepada 250 karyawan yang bekerja di PT. Maruki di kota Makassar. Instrument penelitian yang digunakan yakni organizational justice oleh Colquitt (2001) dengan nilai reliabilitas 0.43, dan skala Utrecht Work Engagement Scale (UWES) oleh Schaufeli (2006) dengan nilai reliabilitas 0.85. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar (0.000) untuk variabel keadilan procedural dengan nilai sumbangsih sebesar (33%), sementara untuk kedua variabel lainnya yakni keadilan distributif dan keadilan interaksional tidak menunjukkan hasil yang signifikan (p= >0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hanya keadilan prosedural yang memberikan dampak pada engagement karyawan terhadap pekerjaannya. Limitasi pada penelitian ini hanya terbatas pada karyawan PT. Maruki.
Pengaruh Modal Psikologi terhadap Kinerja pada Tenaga Kesehatan Puskesmas Pamona Selatan di Kabupaten Poso Indah Gesilia Potoe Gledys Potoe; Sri Hayati; Minarni
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v2i1.1335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh modal psikologi terhadap kinerja pada Tenaga Kesehatan Puskesmas Pamona Selatan di Kabupaten Poso. Penelitian ini adalah penelitian populasi dengan jumlah responden sebanyak 277. Skala modal psikologi yang digunakan berlandaskan teori Luthans dkk. (2007) yang terdiri dari empat aspek yaitu efikasi diri, harapan, resiliensi dan optimis. Skala kinerja teori dari Mathis & Jackson (2006) yang terdiri dari lima aspek yaitu kuantitas, kualitas, ketepatan waktu, ketidakhadiran, dan kemampuan bekerja sama. Adapun nilai reliabilitas skala modal psikologi adalah sebesar 0.970 dan skala kinerja sebesar 0.894. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 24. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa modal psikologi berpengaruh secara signifikan dengan nilai sebesar 0.000 (<0.05) terhadap kinerja pada tenaga kesehatan puskesmas pamona selatan di kabupaten poso dengan nilai kontribusi sebesar 27%, dimensi efikasi diri nilai kontribusi sebesar 21.9%, dan dimensi harapan nilai kontribusi sebesar 3.8%.
Work Engagement dan Burnout pada Karyawan Kantor Pos (Persero) Makassar Yuyun Nurani Harun; Sri Hayati; Musawwir
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v2i1.1337

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dengan burnout pada Karyawan Kantor Pos (Persero) Makassar. Burnout merupakan kondisi penurunan kondisi fisik dan psikologis karyawan yang ditandai dengan gejala-gejala seperti kelelahan. Work engagement merupakan keadaan dimana karyawan mampu berkomitmen terhadap organisasi dan memiliki keterikatan dengan pekerjaannya. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan korelasional. Subjek yang terlibat berjumlah 284 orang (Laki-laki sebanyak 184 dan Perempuan sebanyak 98) yang merupakan karyawan dari Kantor Pos (Persero) Makassar. Alat ukur yang digunakan berdasarkan teori Maslach dengan nilai reliabilitas sebesar 0.946 dan skala UWES-9 dengan nilai reliabilitas sebesar 0.882. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product-Moment. Adapun hasil signifikansi sebesar 0.600. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara work engagement dengan  burnout. Hasil penelitian yang tidak signifikan disebabkan oleh banya faktor, salah satunya adalah jenis kelamin. Limitasi penelitian ini adalah hasil penelitian yang hanya dapat di generalisasikan untuk karyawan Kantor Pos Makassar.
Gambaran Burnout Perawat Rumah Sakit At Medika di Kota Palopo pada Masa Pandemi Nur Hartini Ramdani; Arie Gunawan H. Zubair; Sri Hayati
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v3i1.1441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran burnout perawat Rumah Sakit At Medika di kota Palopo pada masa pandemi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 106 perawat berdasarkan data dari kepala keperawatan. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan penedekatan penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan menggunakan skala penelitian Maslach Burnout Inventory (MBI). Adapun nilai reliabilitas dari skala burnout sebesar 0.866. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan data secara umum tanpa interpretasi lebih mendalam terhadap individu. Berdasarkan hasil analisis burnout perawat Rumah Sakit At Medika di kota Palopo pada masa pandemi, maka diperoleh terdapat 67 perawat termasuk kategori sedang (63%) dan 39 perawat kategori rendah (37%). Artinya, perawat yang bekerja di Rumah Sakit At Medika kota Palopo pada masa pandemi mengalami burnout tingkat sedang.
Analisis Tipologi Kepribadian HEXACO sebagai Prediktor terhadap Flow Akademik Mahasiswa di Kota Makassar Nurlaily Shabani Tehupelasury; Sri Hayati; Sitti Syawaliyah Gismin
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v3i1.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tipe kepribadian HEXACO dalam memprediksi flow akademik mahasiswa di Kota Makassar. Adapun teknik penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa, kepribadian HEXACO dapat digunakan untuk menjelaskan flow akademik mahasiswa di Kota Makassar (p = 0,000, p <0,05). Namun, dari keenam tipe kepribadian HEXACO hanya lima tipe kepribadian yang secara intens mampu menjadi prediktor terhadap flow akademik. Tipe-tipe kepribadian yang secara signifikan mampu menjadi prediktor flow akademik yaitu 1) honesty-humility berkontribusi sebesar 6,4% (p=0,000, p<0,05); 2) extraversion berkontribusi sebesar 3,1% (p=0,000, p<0,05); 3) agreeableness berkontribusi sebesar 1,5% (p=0,006, p<0,05); 4) conscientiousness berkontribusi sebesar 0,8% (p=0,040, p<0,05); 5) openness to experience berkontribusi sebesar 2,1% (p=0,001, p<0,05). Dengan demikian dari keenam tipe kepribadian HEXACO hanya lima tipe kepribadian yang dapat memprediksi flow akademik mahasiswa di Kota Makassar.