Masa dewasa awal merupakan fase perkembangan yang penuh tantangan, di mana individu menghadapi transisi menuju kemandirian, tuntutan akademik, tekanan sosial, serta ketidakpastian masa depan yang dapat memicu munculnya kecemasan (anxiety). Ketidakmampuan mengelola anxiety secara adaptif sering kali mendorong individu mencari cara pelampiasan negatif, salah satunya melalui perilaku self-harm. Perilaku maladaptif ini dipahami sebagai mekanisme koping maladaptif untuk meredakan tekanan emosional namun justru menimbulkan risiko fisik hingga psikologis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat anxiety dengan perilaku self-harm pada dewasa awal di kota Makassar. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan sebanyak 408 individu dewasa awal yang menjadi responden pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Anxiety berhubungan positif terhadap self-harm (p = 0,000; p <0,05). Dengan demikian, arah hubungan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat anxiety yang dimiliki individu dewasa awal, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk melakukan perilaku self-harm.
Copyrights © 2026