Naftalen Koanda
Fakultas Psikologi Universitas Bosowa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gaya Hidup Hedonisme dan Perilaku Konsumtif Mahasiswa: Studi pada Pengguna Pinjaman Online di Kota Makassar Ayyud Dwi Musdi Putra; Andi Nur Aulia Saudi; Naftalen Koanda
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/bqnsgq79

Abstract

Perkembangan teknologi finansial di Indonesia mendorong meningkatnya penggunaan pinjaman online di kalangan mahasiswa. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap meningkatnya perilaku konsumtif akibat gaya hidup hedonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup hedonisme terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa pengguna aplikasi pinjaman online di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 419 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian mengacu pada teori Mowen & Minor (2002) untuk gaya hidup hedonisme dan Engel, Blackwell, & Miniard (2018) untuk perilaku konsumtif. Analisis data menggunakan regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup hedonisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan kontribusi sebesar 21,4% (R² = 0,214; p < 0,05). Berdasarkan temuan ini, mahasiswa diharapkan meningkatkan literasi keuangan dan kontrol diri agar penggunaan pinjaman online dapat lebih bijak dan tidak menimbulkan perilaku konsumtif berlebihan.
Pengaruh Kualitas Tidur terhadap Stres Akademik pada Siswa Kelas X dan XI SMK SMTI Makassar Bakhitahnur Faizah; Arie Gunawan Hazairin Zubair; Naftalen Koanda
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/s8ytpa26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas tidur terhadap stres akademik pada siswa kelas X dan XI di SMK SMTI Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya beban akademik yang meliputi teori dan praktikum, yang dapat menimbulkan stres akademik dan menurunkan kualitas tidur siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional kausal. Sampel berjumlah 220 siswa berusia 14–17 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi skala stres akademik berdasarkan teori Sun dkk. (2011) dan skala kualitas tidur yang diadaptasi dari Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kualitas tidur berpengaruh signifikan terhadap stres akademik dengan nilai R² sebesar 0,430. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin buruk kualitas tidur siswa, semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga kualitas tidur untuk mendukung kesejahteraan psikologis dan prestasi belajar siswa SMK.
Analisis Korelasi Tingkat Anxiety dengan Perilaku Self-Harm pada Dewasa Awal di Kota Makassar Astiar Astiar; Andi Muhammad Aditya; Naftalen Koanda
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/1kddf410

Abstract

Masa dewasa awal merupakan fase perkembangan yang penuh tantangan, di mana individu menghadapi transisi menuju kemandirian, tuntutan akademik, tekanan sosial, serta ketidakpastian masa depan yang dapat memicu munculnya kecemasan (anxiety). Ketidakmampuan mengelola anxiety secara adaptif sering kali mendorong individu mencari cara pelampiasan negatif, salah satunya melalui perilaku self-harm. Perilaku maladaptif ini dipahami sebagai mekanisme koping maladaptif untuk meredakan tekanan emosional namun justru menimbulkan risiko fisik hingga psikologis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat anxiety dengan perilaku self-harm pada dewasa awal di kota Makassar. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan sebanyak 408 individu dewasa awal yang menjadi responden pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Anxiety berhubungan positif terhadap self-harm (p = 0,000; p <0,05). Dengan demikian, arah hubungan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat anxiety yang dimiliki individu dewasa awal, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk melakukan perilaku self-harm.
Gambaran Penerimaan Diri pada Narapidana Pria di Lapas Kelas 1 Kota Makassar Putri Pricilia Manoppo; Tarmizi Thalib; Naftalen Koanda
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/afb4nr74

Abstract

Penerimaan diri merupakan kemampuan individu untuk menerima kelebihan dan kekurangan dirinya secara apa adanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada narapidana pria di Lapas Kelas I Kota Makassar. Dengan jumlah responden sebanyak 285 narapidana pria yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Kota Makassar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Berger’s Self-Acceptance Scale, terdiri atas 36 item yang mencakup sembilan aspek penerimaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki penerimaan diri dalam kategori sedang (46,3%), diikuti oleh kategori tinggi (34,7%), sangat rendah (10,9%), dan rendah (8,1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar narapidana pria mampu menerima kondisi diri mereka secara cukup baik, meskipun masih terdapat sebagian individu yang menunjukkan penerimaan diri rendah. Hal ini menunjukkan bahwa proses adaptasi psikologis selama menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan berjalan cukup positif, memerlukan dukungan pembinaan mental dan konseling agar penerimaan diri dapat berkembang secara optimal.