Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana anak bungsu membangun kepercayaan diri mereka saat menjalani kehidupan sebagai perantau di dunia universit as. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang bertujuan untuk menggali pengalaman subjektif para subjek dalam mengembangkan kepercayaan diri mereka ketika jauh dari keluarga. Penelitian melibatkan lima anak bungsu berusia antara 20 hingga 25 tahun, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman merantau berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri anak bungsu melalui proses adaptasi dan otonomi. Rasa percaya diri ini tampak dalam keyakinan terhadap kemampuan diri, sikap optimis, objektivitas dalam pengambilan keputusan, tanggung jawab, serta kemampuan untuk menghadapi tekanan emosional dengan cara yang rasional. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman merantau merupakan konteks yang krusial dalam membentuk kepercayaan diri anak bungsu yang lebih mandiri, adaptif, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026