Pernikahan merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting pada fase dewasa awal. Pada usia 20-40 tahun, individu memilih pasangan hidup, membangun keluarga, dan merawat anak. Sikap terhadap pernikahan mencerminkan pandangan, harapan, serta keinginan seseorang untuk menikah. Sikap positif ditandai dengan dukungan dan keinginan untuk menikah, sementara sikap negatif cenderung menghindari atau menunda pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji secara empiris adanya perbedaan sikap terhadap pernikahan antara laki-laki dan perempuan pada dewasa awal. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala General Attitudes toward Marriage Scale (GAMS). Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 402 dimana di antaranya 201 responden dengan jenis kelamin perempuan dan 201 responden dengan jenis kelamin laki-laki, metode analisis yang di gunakan yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis. Penelitian menunjukkan nilai signifikansi rata-rata sebesar 0,000, yang lebih rendah dari ambang signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sikap terhadap pernikahan berdasarkan jenis kelamin.
Copyrights © 2026