Nata de coco merupakan produk pangan hasil fermentasi air kelapa oleh Acetobacter xylinum yang memiliki kandungan serat tinggi. Penambahan pewarna alami pada nata de coco menjadi salah satu upaya meningkatkan daya tarik produk sekaligus mengurangi penggunaan pewarna sintetis. Kulit buah naga kuning (Selenicereus megalanthus) merupakan limbah pertanian yang mengandung pigmen alami serta senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit buah naga kuning terhadap karakteristik organoleptik nata de coco. Penelitian merupakan eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan empat taraf perlakuan, yaitu 0%, 15%, 30%, dan 45%, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan uji hedonik. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah naga kuning tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter warna, aroma, dan rasa (p>0,05), tetapi berpengaruh signifikan terhadap parameter tekstur (p=0,002). Secara deskriptif, perlakuan konsentrasi 45% menunjukkan nilai rata-rata organoleptik tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,43 (kategori suka). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga kuning berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada nata de coco dengan tetap mempertahankan tingkat penerimaan panelis.
Copyrights © 2026