AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Vol 7, No 2: Juli (2026)

ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BAGI PENYANDANG DISABILITAS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK DI KABUPATEN BANTUL

Nailan Sofiah Siregar (Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas '
Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta)

Alfian Muhazir (Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas '
Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta)

Herlambang Jati Kusumo (Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas '
Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Berdasarkan data rekapitulasi partisipasi pemilih penyandang disabilitas yang dihimpun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul pada Pemilu 2024, tingkat partisipasi pemilih penyandang disabilitas tercatat hanya berkisar 32,42–33,00% untuk seluruh jenis pemilu, jauh di bawah target partisipasi pemilih penyandang disabilitas yang ditetapkan KPU sebesar 85–100%. Rendahnya angka tersebut diduga berkaitan dengan belum terpenuhinya kebutuhan media sosialisasi pemilih pendidikan yang sesuai dengan karakteristik komunikasi setiap ragam disabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan media sosialisasi pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bantul, mengidentifikasi kesesuaian media yang telah digunakan KPU dengan karakteristik beragam disabilitas, serta merekomendasikan rekomendasi media yang lebih aksesibel. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan dari komunitas CIQAL dan HIDIMU Bantul serta KPU Kabupaten Bantul, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan media berbeda secara signifikan antarragam disabilitas. Penyayang netra total membutuhkan media audio yang kompatibel dengan TalkBack dan penghambatan oleh format running text, sementara penyandang netra ringan masih dapat mengandalkan media berbasis teks namun menghadapi hambatan aksesibilitas fisik di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Penyayang Tuli/Rungu membutuhkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan subtitle terstruktur; Penumpang fisik/daksa lebih memerlukan aksesibilitas fisik daripada adaptasi media; Seorang psikolog psikologis memerlukan pendekatan berjenjang sesuai tingkat keparahan; dan penyandang intelektual membutuhkan media bergambar sederhana dengan pendampingan. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunitas difabel menjadi saluran informasi paling efektif, namun berisiko menciptakan eksklusi bagi yang tidak berorganisasi, serta bahwa rendahnya partisipasi lebih disebabkan oleh hambatan struktural daripada rendahnya motivasi pemilih. Rekomendasi utama penelitian ini adalah pengembangan video yang mencakup satu format untuk semua yang memadukan audio, visual, teks, dan JBI secara bersamaan.Kata-kata Kunci: media sosialisasi; pemilih pendidikan; penyandang disabilitas; partisipasi politik; aksesibilitas

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

AGUNA

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA merupakan salah satu media penyebarluasan hasil penelitian dan pemikiran yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan maupun di luar Universitas Amikom Purwokerto. Jurnal Komunikasi AGUNA diterbitkan oleh Universitas Amikom Purwokerto. Kata AGUNA berasal dari bahasa ...