Jagung ungu memiliki potensi sebagai pangan fungsional karena kandungan antosianinnya, namun produktivitasnya di Indonesia masih rendah. Upaya peningkatan hasil dapat dilakukan melalui perbaikan teknik budidaya, antara lain pengaturan melalui defoliasi dan pemupukan nitrogen yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi dan pengaruh tunggal dari waktu defoliasi dan dosis nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025 di Dadaprejo, Kota Batu. Rancangan yang digunakan adalah RAK Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah waktu defoliasi (W1: fase Vt/49-54; W2: fase R1/56-61; W3: fase R2/63-68 HST) dan faktor kedua adalah dosis nitrogen (N1: 137; N2: 145; N3: 153; N4: 161 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara waktu defoliasi dan dosis nitrogen terhadap hasil. Dosis nitrogen 153 kg ha-1 dan waktu defoliasi fase R1 menunjukkan hasil pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Penerapan defoliasi pada fase R1 didukung kecukupan nitrogen mampu mengoptimalkan pengisian biji.
Copyrights © 2026