Bank Perekonomian Rakyat (BPR) memiliki peran strategis dalam mendukung inklusi keuangan dan pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, berbagai permasalahan tata kelola seperti lemahnya pengawasan, dominasi pemegang saham, konflik kepentingan, serta tuntutan kepatuhan terhadap regulasi menunjukkan bahwa penerapan Good Corporate Governance (GCG) masih menjadi tantangan utama bagi industri BPR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran pemegang saham, profil kepemilikan, dominasi dan konflik kepentingan, serta implementasi regulasi terhadap penerapan GCG pada BPR di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 110 responden yang berasal dari komisaris, direksi, serta pejabat eksekutif kepatuhan dan manajemen risiko pada BPR di Provinsi Lampung. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemegang saham, profil kepemilikan, dan implementasi regulasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap GCG, sedangkan dominasi dan konflik kepentingan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap GCG. Implementasi regulasi menjadi faktor dengan pengaruh paling dominan dalam meningkatkan kualitas tata kelola BPR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas GCG pada BPR tidak hanya ditentukan oleh struktur formal organisasi, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku pemegang saham dan efektivitas mekanisme regulasi.
Copyrights © 2026