Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis eksistensi adat piduduk sebagai warisan budaya yang masih dijaga di masyarakat pedesaan. Adat piduduk merupakan tradisi turun-temurun yang mengandung nilai-nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat, seperti dalam upacara pernikahan, kelahiran, dan kegiatan adat lainnya. Namun, seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, minat serta pemahaman generasi muda terhadap tradisi ini mulai mengalami pergeseran. Generasi Z, yang tumbuh dalam era digital dengan arus informasi global yang sangat cepat, memiliki cara pandang dan sikap yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap beberapa informan dari kalangan generasi Z di lingkungan masyarakat yang masih menerapkan adat piduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar generasi Z memiliki rasa menghargai dan kebanggaan terhadap adat piduduk sebagai identitas budaya lokal. Namun, tantangan muncul dari kurangnya keterlibatan aktif mereka dalam pelaksanaan tradisi tersebut serta minimnya pemahaman mendalam mengenai makna dan filosofi adat piduduk. Faktor pendidikan, lingkungan keluarga, serta pengaruh media sosial berperan besar dalam membentuk perspektif mereka. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran generasi Z sebagai penerus dalam menjaga keberlangsungan adat piduduk agar tidak mengalami kemunduran atau hilang ditelan modernisasi. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan karakteristik generasi muda agar tradisi ini tetap eksis dan dapatĀ diwariskan kepada generasi berikutnya
Copyrights © 2026