Perkembangan zaman yang ditandai oleh meningkatnya kepadatan kawasan perkotaan berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan binaan, khususnya pada bangunan pendidikan yang semakin minim akses terhadap ruang terbuka hijau, cahaya alami, dan udara segar. Kondisi ini menuntut penerapan pendekatan arsitektur yang mampu merespons keterbatasan lahan sekaligus menjaga kesejahteraan pengguna, salah satunya melalui arsitektur biofilik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi banding terhadap bangunan pendidikan yang menerapkan prinsip biofilik. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif terhadap aspek hubungan bangunan dengan alam, pengolahan ruang terbuka, pencahayaan dan ventilasi alami, serta karakter ruang. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen alam dalam desain mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi kepadatan, meningkatkan kualitas lingkungan belajar, dan mendukung keberlanjutan. Dengan demikian, arsitektur biofilik dapat dipandang sebagai pendekatan desain yang relevan dan adaptif terhadap tantangan kepadatan di era perkembangan perkotaan modern.
Copyrights © 2026