Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM ANALISIS PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA STUDI KASUS : KOTA DEPOK Mildawani, Irina; Susilowati, Diana; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK)merupakan bagian penting dalam perencanaan, pembangunan dan pengelolaan kawasanbinaan (budi daya) maupun kawasan alami di perkotaan berlandaskan Rencana UmumTata Ruang Kota (RUTRK). Studi ini bertujuan membuat analisis RTHK dengandukungan aplikasi SIG untuk melakukan identifikasi potensi, kondisi dan masalah RTHKDepok dalam kerangka RUTRK Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi masukankepada Pemda Kota Depok berupa (1) identifikasi potensi dan kondisi gambaran umumRTHK yang ada dan (2) analisis potensi kawasan yang memiliki daya dukung lingkunganuntuk menjadi RTHK Depok. Hasilnya berupa paparan peta SIG, yaitu informasi tematikspasial dan bukan spasial RTHK Depok yang dapat diperbaharui dengan lebih cepat danlebih mudah dibandingkan dengan peta kartografi yang menjadi acuan selama ini.AbstractThe Planning, implementation and City’s Green Open Spaces (CGOS) Management isthe most important part of planning, implementation and management of plantationdistrict and natural district in a city based on General Planning of City Spaces. Thisstudy is aimed to create City’s green open spaces (CGOS) analysis with the aplicationof SIG support to identified the potency, condition dan CGOS problem in Depok based onthe General Planning of City Spaces. This SIG application is exactly suitable to planning,implementation and management of the CGOS information, because the results of CGOSanalysis can be optimised to the used and management of CGOSThis study results wish tobe a reference for the district goverment of Depok as (1) identification of potency andgeneral ilustration of CGOS and (2) potencial analysis of a district which haveenvironmental support to become City’s green open Spaces of Depok. The resultscontaints SIG maps, spatial thematic information and non spatial CGOS of Depok whichcan be upgraded faster dan easier compare to the cartographic map used nowadays.
PENGARUH AKULTURASI PADA MAKNA ORNAMEN BUNGA TERATAI DI MIHRAB MASJID SANG CIPTA RASA CIREBON Schiffer, Lia Rosmala; Suprapti, Atiek; Rukayah, R. Siti; Nugraha, Yudi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2581

Abstract

Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di sisi barat alun-alun di depan Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Pulau Jawa sebagai peninggalan dari bukti penyebaran agama Islam oleh para Walisongo di Pulau Jawa. Bukti fisik bangunan dari segi arsitektur mempunyai nilai simbolis dan historis dari pengaruh Islam di Cirebon. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan teori akulturasi dan makna pada elemen arsitektural berupa ornamentasi pada interior peninggalan bangunan masjid bersejarah. Dan secara arsitektural membahas masjid dengan pendekatan dari pengaruh akulturasi dari Hindu, Budha dan Islam terhadap ornament pada masjid, dengan demikian teori dan metodologi yang digunakan dapat menangkap fenomena akulturasi dalam arsitektur masjid ini melalui penelusuran masjid sebagai Peninggalan arsitektur islam dan dalam proses pengaruh budaya nusantara pada ornamentasi pada bangunan masjid. Analisis data mencakupi: (1) indentifikasi unsur artistik dari objek (seni hias Teratai pada Mihrab bangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa), konfigurasi elemen rupa dan bentuk, dan kaitannya dengan pengaruh dari Hindu-Budha-Mesir ; (2) tahap interpretasi makna ornamen, yaitu pengaruh akulturasi dengan pertimbangan berbagai gejala visual. Dapat dibuat kesimpulan bahwa memang dari tahun pembuatannya, Masjid Sang Cipta Rasa dibangun pada 1489 M, pada masa itua dalah masa peralihan masa pra-Islam ketika Jawa masih dikuasai Mataram Hindu ke masa Kerajaan Raja-raja Islam dengan persebaran agam Islam melalui para Walisongo di Pulau Jawa. Dimasa peralihan inilah masjid dibangun dengan toleransi kepada kebudayaan sekitar yaitu terlihat dengan masih adanya pengaruh Hindu Budha Mesir pada tampilan ornament bunga Teratai pada masjid ini.
Pengaruh Arsitektur Nusantara dan Islam pada Masjid Peninggalan Fatahilah di Jakarta Lia Rosmala Schiffer
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.616 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7538

Abstract

Sejarah Jakarta atau dulu dikenal dengan nama Jayakarta tidak bisa dilepaskan dari Fatahillah, kesultanan Demak, kesultanan Cirebon, para wali dan Islam dan masjid-masjid tua, yang bertebaran di seantero kota. Dalam masa penyerbuan Sunda Kelapa (22 Juni 1527) pasukan Fatahillah yang ketika itu berhasil mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa membangun dua masjid bersejarah yang seumur dengan Kota Jakarta. Dua masjid itu dikenal dengan nama masjid Al Alam Marunda (1527) dan masjid Al Alam Cilincing (1527). Pada penelitian ini kedua masjid tersebut diatas yang akan menjadi objek penelitian tentang pengaruh akulturasi arsitektur Islam dan arsitektur nusantara. Tujuan dari penelitian adalah untuk melestarikan warisan Masjid-masjid tua di Kota Jakarta sebagai bagian dari sejarah dan proses akulturasi arsitektur Islam dan kebudayaan Lokal Nusantara yang awalnya dibawa oleh para pedagang Timur tengah dan atau melalui persebaran Islam melalui walisongo di Jawa. Pengaruh arsitektur Islam dan Nusantara terhadap masjid-masjid tua tersebut perlu ditelisik di bagian mana saja yang dipegaruhi arsitektur Islam dari Timur tengah dan di bagian manakah yang dipengaruhi oleh kebudayaan lokal Nusantara dan percampuran atau akulturasi arsitektur yang dominan yang terjadi pada bangunan masjid ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, analitik dan interpretative dengan menggunakan teori archetype, teori ordering principle, teori fungsi, bentuk dan makna (FBM) dan teori budaya Nusantara (Betawi dan Jawa/Sunda), dengan demikian teori dan metodologi yang digunakan dapat menangkap fenomena arsitektur melalui penelusuran wujud akulturasi dari aspek fungsi, bentuk dan maknanya melalui filosofi tata ruang, kesakralan dan pengaruh budaya pada sebuah bangunan masjid. Dari penelusuran yang dilakukan diharapkan dapat membuktikan bahwa masjid Al’Alam Marunda dan masjid Al’Alam Cilincing merupakan ekspresi akulturasi antara budaya Nusantara dengan budaya Islam. Penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat, serta pengetahuan teori akulturasi arsitektur pada aspek fungsi, bentuk dan maknanya.
Gerbang Sebagai Pembentuk Identitas Kawasan Wisata Situs Gunung Padang Devina Marshanda; Lia Rosmala Schiffer; Rehulina Apriyanti
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): SADE April 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v2i1.36

Abstract

The gate of the Gunung Padang Site Tourism Area located in Karyamukti Village, Gunung Padang Hamlet, Campaka District, Cianjur Regency, West Java, is a gate as a shaper of the identity or image of the Gunung Padang Site. The padang mountain site attracts tourists and scientists because of its rock site that was built in 8000 BC. However, this tourist area will be developed into a tourist area with various tourist destinations to attract more tourists. So that the redesign of the existing gate is needed that can provide an area identity that is lifted from the cultural values in Karyamukti Tourism Village. Identitas the shape of the new gate design is taken from the shape of kujang, rice on the district logo and represents the tea plantations in Karyamukti Tourism Village. From the redesign of the existing gate, it is hoped that the redesign of the gate will provide added value based on the potential that will be developed in Karyamukti Tourism Village. For this study, the data collection method used methods by means of field surveys, direct observations at the study site, interviews with speakers, taking video photo documentation from each angle, gate measurements to analyze tourist gate standards, gate sketches and all data collected in one storage for this study.
Prinsip Penerapan Sistem Penghawaan dan Pencahayaan Alami pada Bangunan Rumah Susun Sewa Mabes TNI di Bekasi Yuwanda, Farrah Amabella; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v1i1.1

Abstract

The article comes from research which aims to determine the principles of applying natural ventilation and lighting to rental flats at the TNI Headquarters in Bekasi. The design of natural ventilation and lighting systems in flats is part of efforts to meet health and fitness goals for residents economically and effectively. The research method used is a survey technique by conducting observations and literature studies to obtain information regarding applications in building design. From the results of the discussion it can be stated that the principles that must be considered are building orientation, floor plan, area of ​​light openings and effective ventilation.
Shelter Hewan Natha Nusantara di Jakarta Timur Citra, Arizka Yulia; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v1i2.11

Abstract

Indonesia is one of the countries that downloads the most animal violence content and has more than 100 cases per year. In 2015, the animal welfare organization Natha Satwa Nusantara recorded 103 cases of violence against animals and this will continue to increase every year. Natha Satwa Nusantara as an animal welfare organization has built a shelter for abandoned animals and animals that need help. The shelter was built in Parung, Bogor with a capacity of 100 dogs and 200 cats, however, various problems have occurred in the surrounding environment. The 5 welfare principles put forward by the AVMA have been agreed upon and approved by all animal welfare organizations in the world. The point of freedom from fear and suffering has become a public issue that is highly highlighted by the eyes of the world. An animal shelter is a place or container or protection for abandoned animals. By providing protection for animals, it is hoped that this shelter can minimize fear and suffering. According to analysis and research, a suitable architectural concept is the concept of tropical industrial architecture.
Hotel Resort di Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta Jawa Barat Prasetyo, Galih; Widiyanti, Rina; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v2i1.18

Abstract

The purpose of architectural criticism on the Jatiluhur Reservoir is to describe and emphasize a descriptive criticism that exists on the Jatiluhur Reservoir. The Jatiluhur Reservoir is located. Purwakarta Regency is part of the territory of West Java Province, which is situated between 107°30'–107°40' East Longitude and 6°25'–6°45' South Latitude, with an area of 971.72 Km2 or about 2.81 per cent of the area of West Java Province. The Purwakarta Reservoir has vast potential in West Java; development includes hotels, mosques, shopping area arrangements, camping, and parking lots.
Pengaruh Fasad dan Elemen Lain terhadap Kenyamanan Thermal Masjid Istiqlal Jakarta Hariadi, Mahfud Ragilsa; Partana, Yonav; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v2i1.19

Abstract

This research is intended to determine the effect of the facade on the thermal comfort of the Istiqlal Mosque. The urgency of this research is to find an efficient method of managing thermal comfort by taking into account the existence of building elements. The research method used is quantitative by collecting primary data and secondary data through thermal measurements. From the measurement results, it is known that the presence of a facade has a major influence on the formation of thermal comfort in a mosque building. This is because the open facade system allows for smooth air circulation, thus creating cool air. Apart from that, there is an environment and spatial arrangement in the mosque that supports the circulation system, namely the existence of an open space in the middle of the building as an air circulation valve that supports the environmental ventilation system.
Kajian Hubungan Ruang dan Pola Sirkulasi pada Museum Bank Indonesia Jakarta Rinaldo, Deydra Aradea; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v2i1.33

Abstract

Jakarta, salah satu kota terkenal di Indonesia dengan gedung-gedung bersejarah, termasuk museum. Museum adalah lembaga permanen yang menampilkan warisan budaya untuk tujuan pendidikan dan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naratif untuk mengungkap pola sirkulasi dan hubungan ruang di Museum Bank Indonesia Jakarta. Temuan menunjukkan bahwa setiap lantai memiliki berbagai jenis hubungan ruang, seperti ruang yang berdekatan, yang terhubung melalui ruang bersama, dan ruang dalam ruang di lantai satu. Lantai dua hanya memiliki ruang yang berdekatan dan yang terhubung melalui ruang bersama. Pola sirkulasi meliputi linear dan terpusat di lantai satu, sementara lantai dua hanya memiliki pola sirkulasi linear.
Penerapan Konsep Arsitektur Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kenyamanan Termal Bangunan Tanatap Coffee di Bekasi Novariza Yasmin; Lia Rosmala Schiffer
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v19i1.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengguna pada bangunan Tanatap Coffee di Bekasi. Dalam perkembangan arsitektur modern, keberlanjutan telah menjadi fokus penting untuk mengurangi dampak negatif lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang efisien dan nyaman bagi penggunanya. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, melibatkan observasi langsung pada elemen-elemen arsitektur yang diterapkan, seperti pemanfaatan energi alami, material ramah lingkungan, dan efisiensi tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanatap Coffee telah memanfaatkan beberapa prinsip arsitektur berkelanjutan, seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, dan pemilihan vegetasi yang mendukung kenyamanan termal. Selain itu, pemanfaatan material daur ulang serta desain terbuka pada fasad bangunan turut mendukung pengalaman ruang yang nyaman bagi pengguna.